Lagi TKW Dianiaya di Malaysia

Kompas.com - 21/04/2010, 23:40 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan perlakuan kasar dari sang majikan saat bekerja di Negara Malaysia.

Serli Sawa Rade Kaka (25) warga Weelduri Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi NTT, dianiaya majikannya di Malaysia.

Serli di Padang, Rabu (21/4/2010) mengatakan sejak tahun kedua bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, sering mendapat perlakuan kasar.

"Tanpa ada sebab, sang majikan sering menampar, mencakar dan menendang," kata Serli Sawa Rade Kaka, ketika ditemui di Lembaga Bantuan Hukum Padang.

Majikan marahnya karena menilai Serli lambat bekerja. Segalanya selalu diperintahkan atau disuruh untuk mengerjakan sesuatu.

"Bahkan atas tindakan dari majikan saya, saya pernah sempat dirawat di rumah sakit," ucapnya.

Dia menambahkan, selama bekerja di negara Malaysia, tidak bisa berkomunikasi dengan kedua orang tua ke Weelduri Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Barat, NTT.

"Setiap mau menelpon pada orang tua ke Weelduri Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Barat, NTT, sang majikan selalu marah-marah," terangnya.

Dia berharap, pemerintah secepatnya bisa memulangkannya ke Weelduri, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Barat, guna bertemu kembali dengan orangtua serta saudara yang ada di kampung.

Di tempat terpisah, Direktur LBH Padang, Vino Oktavian, mengatakan TKW asal NTT, dipulangpaksa sang majikan dari Malaysia ke Kota Padang dengan menumpang sebuah pesawat Air Asia.

"Sang majikan bukannya memulangkan ke Weelduri Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Barat,NTT, namun ke Kota Padang," katanya.

Menurutnya, TKW asal NTT, ketika berada di bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Sumbar, pada Selasa (20/4) sekitar pukul 16.00 WIB, merasa kebingungan tidak tahu tujuan yang akan ditempuh.

"Namun salah seorang sopir taksi ketika di BIM tersebut mengantarkan ke petugas bandara, selanjutnya pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB, Rimon dari Maskapai Air Asia mengantarkan ke LBH Padang,"ucapnya.

Dia menambahkan, LBH Padang, akan menfasilitasi pemulangan ke Weelduri Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Barat,NTT.

"Kita akan berusaha untuk menghubungi Gubernur NTT, serta Bupati Sumba Barat, agar menjemput TWK yang berada di Kota Padang," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau