JAKARTA, KOMPAS.com - Kembali bertugasnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membuat jumlah pedagang kaki lima (PKL) berkurang. Dengan pendekatan persuasif, sejumlah PKL yang mangkal di beberapa titik rawan PKL di Jakarta Barat seperti Jl Kyai Tapa, Jl S Parman, Jl Tomang Raya, dan Kawasan Kota Tua berhasil dihalau tanpa penertiban. Bahkan anggota Satpol PP tampak berjaga-jaga di titik-titik tersebut.
"Memang pascabentrok di Makam Mbah Priuk lalu, PKL kembali menjamur. Tapi syukurlah, mereka sekarang sudah rela pergi tanpa harus ditertibkan," ujar Eko Saptono, Kasatgas Pol PP Kecamatan GrogolPetamburan, di Jl Kyai Tapa, Kamis (22/4/2010).
Apalagi, kata Eko, areal simpang empat Grogol telah ditetapkan menjadi lokasi bersih PKL. Karena itu, pihaknya langsung melakukan sosialisasi agar PKL tidak lagi menggelar dagangannya di lokasi tersebut. "Dari semalam, kami sudah turun ke lokasi dan melakukan sosialisasi," katanya. Ia menambahkan, penjagaan dan patroli akan dilakukan setiap hari.
Kondisi serupa juga terlihat di Kawasan Kota Tua. Kawasan yang seminggu terakhir dipenuhi PKL, kini kembali bersih dan tertib. Sedikitnya 10 anggota Satpol PP Kecamatan Tamansari melakukan penjagaan. "Kawasan Kota Tua sebagai lokasi wisata sejarah harus aman, tentram, dan tertib. Sebab, keberadaan PKL seminggu terakhir ini sangat mengganggu aktivitas pengunjung," ungkap TB Sumanta, Lurah Pinangsia.
Menjamurnya PKL menyebabkan kawasan Kota Tua terlihat kumuh dan semrawut. Padahal, kawasan ini telah ditargetkan Wali Kota Jakbar menjadi destinasi wisata. "Pak wali sudah menginstruksikan kawasan ini harus bersih. Jadi, kita berusaha semaksimal mungkin mewujudkannya," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang