Pascarusuh koja

Satpol PP Bertugas, PKL Menghilang

Kompas.com - 22/04/2010, 17:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kembali bertugasnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membuat jumlah pedagang kaki lima (PKL) berkurang. Dengan pendekatan persuasif, sejumlah PKL yang mangkal di beberapa titik rawan PKL di Jakarta Barat seperti Jl Kyai Tapa, Jl S Parman, Jl Tomang Raya, dan Kawasan Kota Tua berhasil dihalau tanpa penertiban. Bahkan anggota Satpol PP tampak berjaga-jaga di titik-titik tersebut.

"Memang pascabentrok di Makam Mbah Priuk lalu, PKL kembali menjamur. Tapi syukurlah, mereka sekarang sudah rela pergi tanpa harus ditertibkan," ujar Eko Saptono, Kasatgas Pol PP Kecamatan GrogolPetamburan, di Jl Kyai Tapa, Kamis (22/4/2010).

Apalagi, kata Eko, areal simpang empat Grogol telah ditetapkan menjadi lokasi bersih PKL. Karena itu, pihaknya langsung melakukan sosialisasi agar PKL tidak lagi menggelar dagangannya di lokasi tersebut. "Dari semalam, kami sudah turun ke lokasi dan melakukan sosialisasi," katanya. Ia menambahkan, penjagaan dan patroli akan dilakukan setiap hari.

Kondisi serupa juga terlihat di Kawasan Kota Tua. Kawasan yang seminggu terakhir dipenuhi PKL, kini kembali bersih dan tertib. Sedikitnya 10 anggota Satpol PP Kecamatan Tamansari melakukan penjagaan. "Kawasan Kota Tua sebagai lokasi wisata sejarah harus aman, tentram, dan tertib. Sebab, keberadaan PKL seminggu terakhir ini sangat mengganggu aktivitas pengunjung," ungkap TB Sumanta, Lurah Pinangsia.

Menjamurnya PKL menyebabkan kawasan Kota Tua terlihat kumuh dan semrawut. Padahal, kawasan ini telah ditargetkan Wali Kota Jakbar menjadi destinasi wisata. "Pak wali sudah menginstruksikan kawasan ini harus bersih. Jadi, kita berusaha semaksimal mungkin mewujudkannya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau