Pembesar Penis Pembawa Petaka

Kompas.com - 23/04/2010, 06:00 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com —  Juara dunia dan olimpiade lari 400 meter putra, LaShawn Merritt, dijatuhi hukuman skorsing karena terbukti positif mengonsumsi anabolic steroid yang terkandung dalam obat pembesar penis.

Hal ini diungkapkan kuasa hukum Merritt, Howard Jacobs, dalam pernyataan tertulis, Kamis (22/4/2010). "LaShawn Merritt menerima hukuman skorsing sebagai akbiat dari penggunaan produk khusus pria," demikian pernyataan tertulis.

Merritt disebut meggunakan produk yang ternyata mengandung Dehydroepiandrosterone (DHEA) dan pregnenolone yang terlarang. Ia terbukti menggunakannya dalam tiga kali tes yang dilakukan pada Oktober 2009, Desember 2009, dan Januari 2010.

Akibat tindakannya itu, Merritt terancam hukuman skorsing selama dua tahun. "Mengetahui terbukti positif karena menggunakan produk yang saya gunakan secara pribadi, sangat sulit saya terima," kata Merritt.

"Saya meminta maaf dan berharap para atlet lain berhati-hati menggunakan sembarang obat. Saya harap para sponsor, keluarga, teman, dan (kalangan) olahraga memaafkan tindakan saya yang bodoh ini," kata Merritt. "Saya akan menerima semua sanksi yang dijatuhkan."

Merritt merupakan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dengan mengalahkan juara bertahan Jeremy Wariner. Ia juga meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin, Jerman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau