Mauk, Serang, Tanjung Lesung Jadi Waterfront City di Banten

Kompas.com - 23/04/2010, 19:36 WIB

SERANG, KOMPAS.com   - Tiga daerah di wilayah Banten yang berlokasi di sekitar pantai diproyeksikan akan menjadi kawasan "Waterfront City".

Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pengembangan Kawasan H Turmudzi di Serang, Jumat, mengatakan, kepastian mengenai rencana pembangunan "Waterfront City" tersebut telah tertuang dalam rencana tata ruang dan wilayah Provinsi Banten.

"Konsepnya tengah disusun dan sudah diajukan kepada Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten," kata Turmudzi.

Menurut Turmudzi, tiga kawasan pantai yang diorientasikan menjadi kawasan waterfront city akan disesuaikan kultur dan potensi sumber daya alam daerahnya masing-masing.

Ketiga lokasi itu meliputi, kawasan Pantai Utara Tangerang, tepatnya di sekitar Kecamatan Mauk, yang diorientasikan menjadi kawasan industri, perdagangan dan jasa. Sedangkan dua kawasan lainnya, yakni Kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, dan Kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang diorientasikan untuk penembangan wisata dan pendidikan.

"Banten memiliki sejarah kemaritiman yang hebat. Bahkan Banten pernah Berjaya di masa lalu dengan kemaritimannya berpusat di Karangantu Kota Serang," kata Turmudzi.

Untuk mewujudkan itu, kata Turmudzi, perlu ditindaklanjuti perencanaan detailnya, serta harus adanya komitmen antara pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota serta pihak terkait. (ANT/KSP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau