PATI, KOMPAS.com — Jumlah korban meninggal dunia akibat minuman keras oplosan di Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bertambah tiga orang.
Menurut Kepala Polres Pati AKBP Listyo Sigit Prabowo melalui Kasat Narkoba AKP Suyadi di Pati, Sabtu (24/4/2010), ketiga korban meninggal tersebut adalah Muhamad Kasan (27) warga Desa Ngemplak Kidul, Sumaji (26) warga Desa Karang Legi, dan Rustam (29) warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil. Mereka meninggal di RSUD Suwondo Pati pada Jumat kemarin.
Sehari sebelumnya, Kamis (22/4/2010), tiga orang meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras oplosan yang dibeli dari sebuah warung jamu di Desa Ngemplak Kidul.
Mereka yang meninggal dunia bernama Teguh Karya (18) warga Desa Mojoagung (Kecamatan Trangkil), M Pribawono (27) warga Desa Purworejo, dan Susilo (35) warga Desa Cebolek yang sama-sama dari Kecamatan Margoyoso. Ketiganya juga meninggal di RSUD Suwondo.
Tiga korban lainnya yang hingga sekarang masih kritis dan menjalani perawatan adalah Sumaun (26) dan Narimo Achmad (29). Keduanya warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, dan dirawat di RSUD Suwondo, sedangkan Supriyanto (30) warga Desa Asem Papan, Kecamatan Trangkil, dirawat di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati.
Dokter jaga RS Mitra Bangsa Pati, Edi Siswanto, menjelaskan bahwa korban yang bernama Supriyanto dibawa ke ruang ICU dalam keadaan kritis. "Dari hasil pemeriksaan sementara, korban menderita asidosis metabolik yang mengakibatkan rusaknya fungsi beberapa organ, seperti liver dan ginjal," ujarnya.
Penyebab utama penyakit yang diderita pasiennya itu adalah alkohol dan metanol di dalam tubuhnya yang membuat keasaman darah meningkat. "Berdasarkan keterangan keluarga, sebelumnya korban meminum jamu. Namun, jenisnya belum diketahui," ujarnya. Ia menduga korban minum minuman yang mengandung alkohol dan metanol. "Kondisi korban saat ini masih kritis," ujarnya.
Untuk itu, darah korban diperiksa di laboratorium secara lengkap karena ada kelainan. "Kami masih melakukan koreksi kelainan pada organ dalam," ujarnya.
Siti Mardiyah, istri Supriyanto, mengaku tidak tahu pasti penyebab keracunan pada suaminya. Sebelumnya, kata dia, suaminya sempat mengeluhkan rasa pusing dan ingin muntah, sehari sebelum dibawa ke rumah sakit. "Usai pulang bekerja, suami saya mengeluh cegukan dan pusing-pusing serta muntah-muntah," ujarnya.
Setelah didesak, suaminya mengaku sempat menenggak minuman keras oplosan di salah satu warung jamu di Desa Ngemplak Kidul Margoyoso. "Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi suami saya yang masih terbaring di ruang ICU RS Mitra Bangsa," ujarnya. Selama ini, kata dia, Supriyanto bekerja serabutan dan setiap sepekan mengaku sering membeli minuman di warung tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang