GARUT, KOMPAS.com--Sebanyak 17 pasar tradisional di Kabupaten Garut, belakangan ini kondisinya berdaya saing lemah dengan mini market sehingga tidak menutup kemungkinan terancam bangkrut.
Hal ini menyusul menjamurnya mini market hampir di setiap kecamatan, kata Kepala Dinas Perdagangan Garut HR Ruchiat, Minggu.
Ia mengatakan, dari 17 pasar tradisional tersebut, dikelola oleh sekitar 13.683 pedagang terdiri 6.953 kios, 5.278 los pasar serta sebanyak 1.452 pedagang kaki lima (PKL), memperebutkan 2,3 juta lebih konsumen penduduk Kabupaten Garut.
Sementara itu, kondisi pasar tradisional umumnya becek, kumuh dan semerawut atau berbeda jauh dengan suasana sarana perdagangan lainnya termasuk super market, sehingga diperlukan kesadaran para pengelola pasar tradisional agar bisa meningkatkan upaya pemeliharaan kualitas lingkungannya masing-masing.
Karena pasar tradisional juga memiliki potensi, yang dapat dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara jika ditata rapi dengan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat serta tidak semrawut, katanya.
Sebab selama ini pun, harga jual beragam jenis mata dagangan di pasar tradisional, jauh lebih murah dibandingkan barang sejenis di super market, yang merupakan salah satu keunggulan setiap pasar tradisional.
Pasar tradisional tersebut, masing-masing berlokasi di kecamatan Pameungpeuk, Cikajang, Bojongloa Cilawu, Andir Bayongbong, Cibodas Bayongbong, Cilimus Bayongbong, Cisurupan, Samarang, Guntur Tarogong, Garut Kota, Wanaraja, Leles, Cibatu, Kadungora, Limbangan serta di Kecamatan Malangbong, kata Ruchiat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang