Pentas Ramayana Berbahasa Arab

Kompas.com - 26/04/2010, 03:26 WIB

LONDON, KOMPAS.com--Pergelaran sendratari Ramayana berbahasa Arab mendapat sambutan sekitar 300 penonton terdiri atas anak anak dan remaja di Festival Teater Internasional untuk Pemuda di Taza, sekitar 350 kilometer dari Rabat.

Dutabesar Indonesia untuk Maroko Tosari Widjaja di London pada Minggu menyatakan acara itu digelar KBRI Maroko untuk mengisi Festival Teater Internasional untuk Pemuda ke-11 tersebut.

Penonton sejak awal memberikan sambutan tak henti dari satu adegan ke adegan lain, karena cerita dengan diselingi adegan kocak menarik anak-anak dan remaja.

Menurut Dutabesar, kegiatan tahunan itu diselenggarakan Kementerian Budaya Maroko atas perintah Raja Mohammed VI, bekerjasama dengan Asosiasi Teater Maroko, berlangsung sejak 22 April.

Dikatakannya, Kementerian Kebudayaan Maroko minta kesediaan Indonesia mengikuti acara tahunan itu dan bahkan mengajak Indonesia melakukan kerjasama di pentas antara seniman Indonesia dengan Maroko.


Selain Indonesia, sejumlah negara asing ikut dalam cara itu, antara lain Arab Saudi, Oman, Tunisia, Bahrain, Sudan, Mesir, Burkina Faso, Prancis, Pantai Gading, Polandia, dan Maroko sebagai tuan rumah.

Untuk tahun depan, panitia secara resmi meminta kesertaan Indonesia kembali, katanya, dengan menambahkan bahwa untuk pertama kali masyarakat Maroko menikmati penampilan drama klasik Ramayana berbahasa Arab.

Menurut dia, pemilihan Ramayana Indonesia karena merupakan kisah unik, yang belum pernah disaksikan.

Dialog dan narasi drama disampaikan dalam bahasa Arab, yang mudah dimengerti untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Drama Ramayana tersebut ditampilkan Masyarakat Indonesia di Maroko, yang dilatih hanya dalam waktu dua bulan oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Rabat. Sebagian besar pemainnya mahasiswa Indonesia, yang merasa puas, karena ikut menjadi duta bangsa melalui kebudayaan.

Seusai pementasan, mulai dari panitia setempat hingga penonton minta berfoto dengan pemain, yang masih mengenakan busana tarinya, yang bewarna-warni.

Drama itu merupakan penampilan pertama Indonesia di teater tersebut, yang juga mendapatkan penghargaan dari direktur festival itu, M Bellaisi.

Tosari Widjaja menyampaikan keinginan Indonesia melaksanakan kerjasama di bidang kesenian dengan Maroko.

Indonesia akan terus memromosikan seni dan budayanya kepada khalayak maroko guna mempererat kerjasama kedua negara itu, katanya.

Pergelaran itu diliputan media massa setempat, yang menanggapi baik acara itu dengan liputan oleh Radio Television du Maroc, RTM dan TV 2M.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau