Kampung Narkoba Jadi Asrama Atlet

Kompas.com - 26/04/2010, 19:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampung Boncos di RW 03 Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang pernah menjadi salah satu sentra perdagangan narkoba digusur dan dijadikan pusat latihan bulutangkis kelas dunia. Dalam pantauan di lokasi, Senin (26/4/2010) siang, tanah lapang yang pernah dihuni ratusan gubuk liar yang dikenal sebagai Kampung Boncos telah dibersihkan dari hunian. Di luar pagar masih terdapat puluhan kios pasar darurat.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku senang jika peredaran narkoba betul-betul diberantas dan ada kegiatan pusat olahraga di bekas Kampung Boncos.

"Mudah-mudahan dampaknya positif. Kita senang kalau lingkungan kita bisa bebas dari peredaran narkoba," ujar Saifudin, Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Kota Bambu Selatan.

Menurut Saifudin, pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat. Selain itu, Jalan Katamso juga akan dilebarkan untuk memperlancar lalu lintas dari arah Slipi Jaya menuju Jatibaru dan Tanah Abang.

Sebagian lahan Kampung Boncos berada di wilayah RT 03 yang saat ini dihuni 40 keluarga. Lahan tersebut memiliki luas sekitar empat hektar.

Madoli seorang pemilik warung mengaku belum tahu kapan pusat latihan bulu tangkis dan asrama atlet dibangun di lokasi yang berada di sudut Jalan Katamso dan Jalan Jatibaru itu.

"Kalau dibangun, pasar juga akan digusur. Saya ya pasrah saja karena pedagang di sini statusnya tidak resmi. Saya berdagang sejak awal tahun 1990," ujar Madoli.

Edo pemilik salon di depan Kampung Boncos mengaku senang kalau lokasi tersebut bisa bebas dari narkoba. "Sampai sekarang masih ada satu-dua peredaran narkoba. Kalau dulu hampir setiap pagi para pemakai bergelimpangan tidur di tempat terbuka di Boncos. Bahkan dalam sepekan pasti ada pemakai yang tewas overdosis," ujar Edo.

Saat ini, puluhan rumah warga masih berdiri mengelilingi Kampung Boncos. Warga asli berharap pembangunan kompleks olahraga itu dapat melibatkan peran masyarakat setempat.

Ketika dikonfirmasi tentang pembangunan pusat pelatihan atlet bulutangkis, Ketua Persatuan Olahraga (POR) Djarum Kudus FX Supanji membenarkan informasi tersebut. "Tahun ini mulai dibangun gedung dengan 15 lapangan bulutangkis. Asrama atlet juga disiapkan. Kita berharap ada bibit-bibit atlet lokal juga yang dapat dibina bersama untuk menjadi atlet kelas dunia," ujar Supanji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau