JAKARTA, KOMPAS.com — Kampung Boncos di RW 03 Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang pernah menjadi salah satu sentra perdagangan narkoba digusur dan dijadikan pusat latihan bulutangkis kelas dunia. Dalam pantauan di lokasi, Senin (26/4/2010) siang, tanah lapang yang pernah dihuni ratusan gubuk liar yang dikenal sebagai Kampung Boncos telah dibersihkan dari hunian. Di luar pagar masih terdapat puluhan kios pasar darurat.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku senang jika peredaran narkoba betul-betul diberantas dan ada kegiatan pusat olahraga di bekas Kampung Boncos.
"Mudah-mudahan dampaknya positif. Kita senang kalau lingkungan kita bisa bebas dari peredaran narkoba," ujar Saifudin, Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Kota Bambu Selatan.
Menurut Saifudin, pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat. Selain itu, Jalan Katamso juga akan dilebarkan untuk memperlancar lalu lintas dari arah Slipi Jaya menuju Jatibaru dan Tanah Abang.
Sebagian lahan Kampung Boncos berada di wilayah RT 03 yang saat ini dihuni 40 keluarga. Lahan tersebut memiliki luas sekitar empat hektar.
Madoli seorang pemilik warung mengaku belum tahu kapan pusat latihan bulu tangkis dan asrama atlet dibangun di lokasi yang berada di sudut Jalan Katamso dan Jalan Jatibaru itu.
"Kalau dibangun, pasar juga akan digusur. Saya ya pasrah saja karena pedagang di sini statusnya tidak resmi. Saya berdagang sejak awal tahun 1990," ujar Madoli.
Edo pemilik salon di depan Kampung Boncos mengaku senang kalau lokasi tersebut bisa bebas dari narkoba. "Sampai sekarang masih ada satu-dua peredaran narkoba. Kalau dulu hampir setiap pagi para pemakai bergelimpangan tidur di tempat terbuka di Boncos. Bahkan dalam sepekan pasti ada pemakai yang tewas overdosis," ujar Edo.
Saat ini, puluhan rumah warga masih berdiri mengelilingi Kampung Boncos. Warga asli berharap pembangunan kompleks olahraga itu dapat melibatkan peran masyarakat setempat.
Ketika dikonfirmasi tentang pembangunan pusat pelatihan atlet bulutangkis, Ketua Persatuan Olahraga (POR) Djarum Kudus FX Supanji membenarkan informasi tersebut. "Tahun ini mulai dibangun gedung dengan 15 lapangan bulutangkis. Asrama atlet juga disiapkan. Kita berharap ada bibit-bibit atlet lokal juga yang dapat dibina bersama untuk menjadi atlet kelas dunia," ujar Supanji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang