Walaupun dilarang, pengumuman hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK tahun 2010 di Jawa Tengah, Senin (26/4), tetap saja diwarnai aksi hura-hura para siswa yang lulus ujian. Di sejumlah kota seperti Semarang dan Purbalingga, siswa meluapkan kegembiraan dengan coret-coret seragam dan konvoi sepeda motor keliling kota.
Di Kota Semarang, aksi coret-coret baju seragam menggunakan spidol dan cat semprot berwarna-warni terlihat di beberapa tempat, seperti di halaman SMK Negeri 4 Semarang serta di ruas trotoar di depan SMKN 7 dan SMKN 8 Semarang. Tak hanya seragam, rambut pun ikut disemprot cat warna-warni.
Sejumlah siswa SMAN 1 Semarang juga terlihat mengenakan baju seragam yang penuh coretan spidol dan cat semprot serta tanda tangan teman-teman mereka.
Beberapa siswa bahkan sudah mulai coret-coret sejak pagi hari, walaupun belum mengetahui hasil pengumuman kelulusan di sekolahnya. "Coret-coret seperti ini udah jadi tradisi. Jadi meski belum tahu pengumuman kelulusan, kami sudah urunan buat beli pilox," ungkap Ardi, siswa SMKN 4 Semarang.
Sejumlah siswa meluapkan kegembiraan mereka dengan berkonvoi mengelilingi ruas jalan di Kota Semarang. Konvoi kendaraan para siswa terlihat melewati jalan-jalan utama di Semarang. Beberapa di antaranya tampak tidak mengenakan helm.
Konvoi berlangsung dari pagi hingga siang. Bahkan, di beberapa perempatan jalan, arus lalu lintas sempat terhambat dan mengakibatkan kemacetan panjang. Beberapa kendaraan terlihat mengebut dan menerobos lampu merah. Beberapa polisi lalu lintas turun menertibkan kondisi jalan yang semrawut akibat konvoi tersebut.
Di Purbalingga, konvoi juga dilakukan ratusan siswa SMA/MA/SMK di jalan raya. Sebanyak 35 siswa kena tilang karena tidak menggunakan helm dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor. Konvoi siswa sudah terlihat sejak pukul 09.30 usai pengumuman kelulusan di sekolah masing-masing. Dengan seragam penuh coretan, mereka bergerombol di jalan, berkonvoi dengan sepeda motor sehingga sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Namun, sejumlah siswa di Purbalingga juga menggelar konvoi simpatik. Mereka berkendara secara teratur didampingi sejumlah polisi lalu lintas. Beberapa di antaranya ada yang meminta kenang-kenangan dan tanda tangan dari polisi yang sedang bertugas.
Hasil UN 2010 menurun
Di Kota Solo, jumlah kelulusan UN tahun ini menurun sekitar 10 persen. Pada tahun 2010 persentase kelulusan UN siswa SMA/MA hanya 77,07 persen, pada tahun 2009 sebesar 87,51 persen. Sedangkan persentase kelulusan siswa SMK tahun ini 87,09 persen, pada tahun lalu mencapai 97 persen.
Tahun ini UN di Kota Solo diikuti 7.239 siswa SMA/MA dan 7.284 siswa SMK. Dari jumlah tersebut 2.600 siswa tidak lulus. Kontribusi terbesar ketidaklulusan siswa SMA/MA disumbang dari siswa jurusan IPS, yakni 1.200 siswa.
"Secara psikologis karena ada ujian ulangan kemudian UN tidak dijadikan patokan kelulusan, siswa kelihatannya agak turun motivasinya untuk lulus," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Solo Rakhmat Sutomo.
Di Kota Salatiga, sejumlah siswa yang mengetahui dirinya tidak lulus UN meluapkan kekecewaan mereka dengan menangis. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Salatiga meskipun belum menerima petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Jateng mengenai UN ulangan meminta pihak sekolah segera menyiapkan siswa yang tidak lulus UN untuk ujian ulang.
"Ujian ulang baru sekali ini. Mudah-mudahan pekan ini petunjuk teknis sudah bisa turun," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Salatiga Priyono Soedharto. (Han/eki/gal/*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang