Lulus UN, Siswa SMA Corat-coret dan Konvoi

Kompas.com - 27/04/2010, 14:10 WIB

Walaupun dilarang, pengumuman hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK tahun 2010 di Jawa Tengah, Senin (26/4), tetap saja diwarnai aksi hura-hura para siswa yang lulus ujian. Di sejumlah kota seperti Semarang dan Purbalingga, siswa meluapkan kegembiraan dengan coret-coret seragam dan konvoi sepeda motor keliling kota.

Di Kota Semarang, aksi coret-coret baju seragam menggunakan spidol dan cat semprot berwarna-warni terlihat di beberapa tempat, seperti di halaman SMK Negeri 4 Semarang serta di ruas trotoar di depan SMKN 7 dan SMKN 8 Semarang. Tak hanya seragam, rambut pun ikut disemprot cat warna-warni.

Sejumlah siswa SMAN 1 Semarang juga terlihat mengenakan baju seragam yang penuh coretan spidol dan cat semprot serta tanda tangan teman-teman mereka.

Beberapa siswa bahkan sudah mulai coret-coret sejak pagi hari, walaupun belum mengetahui hasil pengumuman kelulusan di sekolahnya. "Coret-coret seperti ini udah jadi tradisi. Jadi meski belum tahu pengumuman kelulusan, kami sudah urunan buat beli pilox," ungkap Ardi, siswa SMKN 4 Semarang.

Sejumlah siswa meluapkan kegembiraan mereka dengan berkonvoi mengelilingi ruas jalan di Kota Semarang. Konvoi kendaraan para siswa terlihat melewati jalan-jalan utama di Semarang. Beberapa di antaranya tampak tidak mengenakan helm.

Konvoi berlangsung dari pagi hingga siang. Bahkan, di beberapa perempatan jalan, arus lalu lintas sempat terhambat dan mengakibatkan kemacetan panjang. Beberapa kendaraan terlihat mengebut dan menerobos lampu merah. Beberapa polisi lalu lintas turun menertibkan kondisi jalan yang semrawut akibat konvoi tersebut.

Di Purbalingga, konvoi juga dilakukan ratusan siswa SMA/MA/SMK di jalan raya. Sebanyak 35 siswa kena tilang karena tidak menggunakan helm dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor. Konvoi siswa sudah terlihat sejak pukul 09.30 usai pengumuman kelulusan di sekolah masing-masing. Dengan seragam penuh coretan, mereka bergerombol di jalan, berkonvoi dengan sepeda motor sehingga sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Namun, sejumlah siswa di Purbalingga juga menggelar konvoi simpatik. Mereka berkendara secara teratur didampingi sejumlah polisi lalu lintas. Beberapa di antaranya ada yang meminta kenang-kenangan dan tanda tangan dari polisi yang sedang bertugas.

Hasil UN 2010 menurun

Di Kota Solo, jumlah kelulusan UN tahun ini menurun sekitar 10 persen. Pada tahun 2010 persentase kelulusan UN siswa SMA/MA hanya 77,07 persen, pada tahun 2009 sebesar 87,51 persen. Sedangkan persentase kelulusan siswa SMK tahun ini 87,09 persen, pada tahun lalu mencapai 97 persen.

Tahun ini UN di Kota Solo diikuti 7.239 siswa SMA/MA dan 7.284 siswa SMK. Dari jumlah tersebut 2.600 siswa tidak lulus. Kontribusi terbesar ketidaklulusan siswa SMA/MA disumbang dari siswa jurusan IPS, yakni 1.200 siswa.

"Secara psikologis karena ada ujian ulangan kemudian UN tidak dijadikan patokan kelulusan, siswa kelihatannya agak turun motivasinya untuk lulus," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Solo Rakhmat Sutomo.

Di Kota Salatiga, sejumlah siswa yang mengetahui dirinya tidak lulus UN meluapkan kekecewaan mereka dengan menangis. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Salatiga meskipun belum menerima petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Jateng mengenai UN ulangan meminta pihak sekolah segera menyiapkan siswa yang tidak lulus UN untuk ujian ulang.

"Ujian ulang baru sekali ini. Mudah-mudahan pekan ini petunjuk teknis sudah bisa turun," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Salatiga Priyono Soedharto. (Han/eki/gal/*)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau