JAKARTA, KOMPAS.com — Meski pihak Komisi Pemberantasan Korupsi telah memastikan bahwa mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden, Boediono, akan diperiksa mulai pukul 14.00 di Kantor Wapres, sebelumnya informasi ini sempat simpang siur.
Wapres pun sempat "terkesan" kucing-kucingan untuk menghindari buruan para pekerja media. Sempat ia dikabarkan berada di Istana Wapres, tempatnya berkantor, sejak pukul 09.15 pagi tadi. Namun, belakangan mobilnya ditemukan di Wisma Negara, kompleks Istana, Jakarta. Tersiar kabar, ia bakal diperiksa di gedung itu. Apa gerangan yang ditutup-tutupi?
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai, menghindari publikasi pemeriksaan justru akan memperburuk citra Boediono. Sebelumnya, banyak pihak berpendapat, keengganan Boediono diperiksa di Kantor KPK untuk menjaga citra dirinya sebagai pemimpin negara.
"Efek sampingannya justru sebaliknya. Atas dalih menjaga simbol negara, tapi yang muncul sebaliknya. Bisa menimbulkan kesan bahwa pejabat negara selalu minta diperlakukan istimewa dan eksklusif. Ini harus bisa dijelaskan," kata Burhan kepada Kompas.com, Kamis (29/4/2010).
Meskipun KPK beralasan pemeriksaan di luar Gedung KPK merupakan kelaziman dalam proses penyelidikan, Burhan menangkap ada upaya untuk "membentengi" Boediono. "Padahal, tempus delicti-nya ketika dia menjadi Gubernur BI. Tetapi, posisi sebagai Wapres semakin membuat ada keinginan untuk membentengi Boediono agar jangan sampai pemeriksaan membuat citranya sebagai pimpinan negara terdegradasi," paparnya.
"Ada usaha memagari, termasuk dengan meminta keikhlasan KPK agar pemeriksaan tidak di kantor KPK karena mungkin khawatir mengurangi kredibilitas Boediono," sambung peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini.
Menurut survei LSI pada Januari 2010, kasus Bank Century membawa imbas pada kepuasan publik terhadap kinerja Boediono. Indeks kepuasan terhadap Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada itu hanya berada pada angka 50 persen, terpaut 20 persen dengan kepuasan terhadap Presiden SBY yang mencapai 70 persen.
"Ada rentang yang lebar sekali antara kepuasan terhadap Presiden dan Wapres. Dulu, ketika SBY-JK, jaraknya tidak selebar itu. Kasus Bank Century ikut menyumbang turunnya popularitas Boediono," ujar Burhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang