Makam mbah priuk

Pascabentrok, Omzet PKL Meningkat

Kompas.com - 30/04/2010, 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meningkatnya jumlah pengunjung dan peziarah di makam Habib Hasan Al Hadad atau makam Mbah Priuk, Koja, Jakarta Utara, mendatangkan keuntungan tersendiri bagi para pedagang kaki lima.

Sejak terjadinya bentrokan antara aparat Satpol PP dan warga pada Rabu (14/4/2010), situasi di makam Mbah Priuk justru semakin dinamis dengan banyaknya umat dan pedagang yang hilir mudik berdatangan dari berbagai daerah.

Pemantauan Kompas.com, setidaknya ada delapan pedagang aneka makanan dan minuman di sekitar makam seluas 5,4 hektar tersebut. Maman, salah seorang pedagang mi ayam, mengaku baru berjualan di areal tersebut selama dua minggu.

"Tadinya saya keliling aja, Mas. Tapi lihat di sini makin ramai, saya dagang di sini. Alhamdulillah, ya lebih banyaklah," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (30/4/2010).

Maman mengatakan, sebelumnya dia biasa berjualan dengan berkeliling sekitar Koja. Dengan mangkal di areal makam, Maman mengaku pendapatannya jauh meningkat dari biasanya.

"Kalau hari biasa cuma jualan tiga kilo mi, sekarang bisa tujuh sampai delapan kilo mi habis," kata dia sumringah.

Pada akhir pekan, pendapatannya bisa meningkat lebih banyak lagi. Maman mengatakan, peziarah biasanya makin ramai mulai Jumat malam hingga hari Minggu. "Soalnya di sini banyak juga yang datang dari luar kota," kata dia.

Walau demikian, Maman mengakui bahwa keberadaannya di areal makam ini sebetulnya tidak diperbolehkan oleh pihak PT Pelindo sebagai pengelola Terminal Peti Kemas Koja. Dia mengaku bisa masuk dan berdagang di dalam karena, sejak bentrokan tersebut, jalan akses menuju makam tidak lagi dijaga ketat oleh petugas Terminal Petikemas Koja.

"Ya, kalau memang nantinya diusir petugas, saya siap-siap saja," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau