JAKARTA, KOMPAS.com — Meningkatnya jumlah pengunjung dan peziarah di makam Habib Hasan Al Hadad atau makam Mbah Priuk, Koja, Jakarta Utara, mendatangkan keuntungan tersendiri bagi para pedagang kaki lima.
Sejak terjadinya bentrokan antara aparat Satpol PP dan warga pada Rabu (14/4/2010), situasi di makam Mbah Priuk justru semakin dinamis dengan banyaknya umat dan pedagang yang hilir mudik berdatangan dari berbagai daerah.
Pemantauan Kompas.com, setidaknya ada delapan pedagang aneka makanan dan minuman di sekitar makam seluas 5,4 hektar tersebut. Maman, salah seorang pedagang mi ayam, mengaku baru berjualan di areal tersebut selama dua minggu.
"Tadinya saya keliling aja, Mas. Tapi lihat di sini makin ramai, saya dagang di sini. Alhamdulillah, ya lebih banyaklah," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (30/4/2010).
Maman mengatakan, sebelumnya dia biasa berjualan dengan berkeliling sekitar Koja. Dengan mangkal di areal makam, Maman mengaku pendapatannya jauh meningkat dari biasanya.
"Kalau hari biasa cuma jualan tiga kilo mi, sekarang bisa tujuh sampai delapan kilo mi habis," kata dia sumringah.
Pada akhir pekan, pendapatannya bisa meningkat lebih banyak lagi. Maman mengatakan, peziarah biasanya makin ramai mulai Jumat malam hingga hari Minggu. "Soalnya di sini banyak juga yang datang dari luar kota," kata dia.
Walau demikian, Maman mengakui bahwa keberadaannya di areal makam ini sebetulnya tidak diperbolehkan oleh pihak PT Pelindo sebagai pengelola Terminal Peti Kemas Koja. Dia mengaku bisa masuk dan berdagang di dalam karena, sejak bentrokan tersebut, jalan akses menuju makam tidak lagi dijaga ketat oleh petugas Terminal Petikemas Koja.
"Ya, kalau memang nantinya diusir petugas, saya siap-siap saja," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang