Bom Ancam New York

Kompas.com - 03/05/2010, 03:32 WIB

New York, Minggu - Polisi yang mendapat info dari seorang pedagang kaki lima menemukan dan menjinakkan bom di dalam sebuah SUV di Times Square, New York, Sabtu (1/5). Mereka memaksa mengevakuasi ribuan turis.

Wali Kota New York Michael Bloomberg mengatakan dalam sebuah konferensi pers, ”Kami tidak tahu siapa yang melakukan ini dan mengapa.” Dia mengatakan, bom yang gagal meledak itu—terbuat dari propane, bensin, dan petasan—tampaknya dibuat dengan cara amatir.

Para penyidik menemukan tiga tangki propane, petasan, dua wadah 5 galon (19 liter) penuh bensin, dua jam berisi baterai, kawat listrik, dan komponen-komponen lain di bagian belakang kendaraan Nissan Pathfinder, kata Komisioner Polisi Raymond Kelly. Sebuah kotak logam warna hitam yang mirip tempat penyimpanan senjata juga ditemukan dan akan diledakkan di tempat lain.

Times Square adalah sebuah tempat tujuan yang populer di Manhattan dan padat dengan turis dan pengunjung teater pada Sabtu malam yang hangat dan sibuk itu. Setelah ditutup selama 10 jam, sebagian besar Times Square dibuka kembali bagi kendaraan dan pejalan kaki tak lama setelah pukul 05.00 pagi (pukul 16.00 WIB) hari Minggu.

”Untungnya tak seorang pun cedera, dan kini perhatian penuh penegak hukum kota, negara bagian, dan federal akan diarahkan untuk membawa pihak yang bersalah ke pengadilan dalam tindakan terorisme ini,” kata Gubernur New York David Paterson dalam suatu pernyataan.

Bloomberg mengatakan, seorang pedagang T-shirt memerhatikan sebuah kendaraan kosong yang mencurigakan, lalu dia memberitahu petugas polisi berkuda yang melihat asap keluar dari lubang angin dekat kursi belakang Nissan Pathfinder warna hijau gelap itu dan berbau mesiu.

Pasukan bom Kepolisian New York menjinakkan bom mobil yang ditemukan, Sabtu sekitar pukul 18.30 (Sabtu pukul 05.30 WIB).

Kendaraan dengan mesin dan lampu hazard yang menyala itu mempunyai pelat nomor Connecticut yang tidak sesuai dengannya. SUV itu diparkir di 45th Street, sangat dekat dengan tempat digelarnya pertunjukan Lion King.

”Ini bukan bohong-bohongan. Ini benar untuk mencelakai orang,” kata Komisioner Pemadam Kebakaran Sal Cassano. Dia menambahkan bahwa jika meledak, kekuatan bom itu bisa meruntuhkan bagian depan sebuah gedung.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba tidak lama setelah dihubungi mendengar suara meletup. Menurut Cassano, suara itu bukanlah sebuah letusan.

Bom itu tampaknya mulai terdetonasi, tapi gagal, kata jubir polisi, Paul Browne, kepada The New York Times dan Wall Street Journal.

Bloomberg mengatakan, pihak berwenang telah berbicara dengan pria pemilik pelat kendaraan itu. Pria itu mengatakan bahwa pelat itu adalah pelat sebuah truk yang telah dia kirim ke sebuah tempat pembuangan mobil.

Times Square dikosongkan beberapa blok pada Sabtu malam itu, sementara turis dan pengunjung teater menonton dari belakang barikade. Tempat kejadian dipenuhi oleh petugas antiteroris. (Reuters/AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau