Keuangan negara

Yunani Umumkan Langkah Pengetatan

Kompas.com - 03/05/2010, 03:33 WIB

ATHENA, MINGGU - Menteri Keuangan Yunani mengemukakan pemangkasan belanja dan kenaikan pajak di Athena, Minggu (2/5).

Langkah tersebut merupakan salah satu persyaratan agar Yunani dapat menerima dana talangan dari Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Dana talangan tersebut merupakan yang pertama untuk 16 negara yang menggunakan mata uang bersama euro.

Langkah tersebut—yang meliputi kenaikan pajak serta pemangkasan gaji dan tunjangan pensiun untuk para pegawai negeri—bertujuan untuk mengurangi defisit anggaran menjadi di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2014. Saat ini defisit Yunani sebesar 13,6 persen dari PDB, demikian disebutkan Menkeu George Papaconstantinou.

”Kami hari ini menyerukan untuk membuat pilihan mendasar. Pilihan itu adalah bangkrut atau penyelamatan,” ujarnya.

Berapa besarnya paket talangan dari UE dan IMF akan diumumkan setelah pertemuan di Brussels. Papaconstantinou langsung terbang ke Brussels setelah menjelaskan soal langkah pemerintah itu.

Dia hanya mengatakan, jumlah yang akan diterima tidak jauh dari apa yang sudah beredar. Para pejabat Perancis dan pejabat lain mengatakan, dana talangan yang akan dikucurkan sekitar 120 miliar euro.

Papaconstantinou mengatakan, simpanan senilai 30 miliar euro hingga tahun 2012 akan dicapai melalui pemangkasan pelayanan publik dan pembayaran pensiun, pungutan pajak yang lebih tinggi, serta perampingan pemerintah.

Papaconstantinou juga mengungkapkan, bonus liburan tahunan akan dibatasi menjadi 1.000 euro per pegawai negeri. Adapun untuk pegawai negeri yang gajinya sudah berada di atas 3.000 euro per bulan, tunjangan ini akan dihapuskan.

Bonus pensiun juga akan dibatasi hingga 800 euro, dan bagi mereka yang mendapatkan gaji sebesar 2.500 euro per bulan, bonus ini akan dihapuskan. Pemangkasan ini tidak menyentuh sektor swasta, seperti yang telah ditakutkan sebelumnya.

Para pegawai negeri Yunani menerima gaji setahun selama 14 bulan, selain itu mereka juga masih menerima gaji ekstra saat Natal, Paskah, serta untuk liburan musim panas.

Selain pemangkasan gaji, pajak juga akan ditingkatkan lebih tinggi lagi, seperti pajak untuk alkohol dan rokok. Pajak penjualan naik dari 21 persen menjadi 23 persen.

Disambut baik

Papaconstantinou mengatakan, utang Yunani mencapai 140 persen dari PDB dan akan mulai menurun pada 2014. Adapun pada tahun 2010 ini laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan terkontraksi 4 persen.

Langkah pengetatan baru ini dipandang sangat krusial karena akan melapangkan jalan bagi kucuran dana talangan yang dijanjikan Uni Eropa dan IMF.

Jerman yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar di zona euro dan menjadi kontributor terbesar sebelumnya menolak meloloskan bantuan apa pun kecuali jika Athena melaksanakan pemangkasan belanja yang lebih besar lagi.

Setelah pengumuman Papaconstantinou itu, Presiden Komisi Eropa Jose Manuela Barroso mengatakan bahwa langkah baru tersebut sangat solid dan dapat dipercaya. Selain itu, dia merekomendasikan Uni Eropa untuk mengaktifkan paket pertolongan tersebut.

”Komisi mempertimbangkan bahwa merespons positif permintaan Pemerintah Yunani. Tampaknya langkah tersebut telah memenuhi persyaratan. Kami akan mengaktifkan koordinasi di Eropa untuk membantu Yunani,” demikian pernyataan Barroso di Brussels.

Papaconstantinou mengatakan, pemerintahnya dapat kembali meminjam di pasar segera, tetapi rencana talangan dana dari IMF dan UE itu akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengimplementasikan program pengetatan itu dan menyusun lagi keuangannya.

”Kami menghadapi pasar finansial yang tidak memberikan waktu kepada kami untuk membuat penyesuaian yang diperlukan,” katanya. (AP/joe)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau