Motogp

Jorge Lorenzo Terbaik di Jerez

Kompas.com - 03/05/2010, 03:51 WIB

Jerez, Minggu - Seri kedua GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (2/5), sungguh menjadi ajang adu gengsi dua pebalap tuan rumah, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Mengerahkan segenap kemampuan mereka hingga lap terakhir, Lorenzo dan Pedrosa menyuguhkan atraksi menarik dan membuat Valentino Rossi pun hanya bisa ikut menonton atraksi tersebut.

Adu gengsi akhirnya dimenangi Lorenzo, pebalap Fiat Yamaha. Keberhasilan Lorenzo menyalip Pedrosa di lap terakhir mengantar dirinya merebut kemenangan pertama sejak GP Portugal, Oktober tahun lalu.

Duel sengit di antara dua pemuda Spanyol itu mulai terjadi pada lap ke-22 dari 27 lap perlombaan. Waktu itu Lorenzo berhasil menyalip rekan satu timnya, Rossi, dan melejit ke posisi kedua.

Dengan segera, Lorenzo mendekati Pedrosa yang memimpin sejak start. Pedrosa dua kali ditekan oleh Lorenzo. Namun, Pedrosa berhasil dengan gigihnya mempertahankan racing line dari serbuan Lorenzo.

Barulah di lap penutup, tekanan Lorenzo membuahkan hasil. Pedrosa tidak berdaya dan Lorenzo segera menyalipnya.

Kesuksesan Pedrosa menahan tekanan Rossi hampir selama lomba pun terasa menjadi tidak berarti. Pedrosa, pebalap Repsol Honda, akhirnya harus puas dengan finis kedua. Hasil ini seharusnya mengecewakan mengingat kinerja Pedrosa dan motornya nyaris tanpa cela.

”Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya,” kata Lorenzo yang begitu gembira. Ia merayakan kemenangan dengan melompat ke dalam kolam di Sirkuit Jerez, sambil memakai baju balap lengkap dengan helm.

”Salah satu mimpi besar saya memang memenangi lomba di Jerez, dan mewujudkannya dengan bertarung melawan pebalap seperti Dani, yang membuat kemenangan terasa sangat sulit dicapai. Luar biasa,” kata Lorenzo, yang beberapa waktu lalu mengunjungi Kota Bandung.

Berada di posisi kedua, Pedrosa mengaku tidak terlalu kecewa. Ia sempat pesimistis setelah merebut posisi pole. Pedrosa memperkirakan bahwa kinerja motornya tidak mampu mengantarnya untuk terus-terusan berada di depan.

Namun, ternyata hingga setengah lap menjelang finis, Pedrosa berhasil berada di urutan paling depan. ”Pada 10 lap terakhir, saya melihat Lorenzo melaju 0,5 detik lebih kencang daripada Rossi dan saya. Saya pun berpikiran, ’Hmm, duel bakal berjalan berat’,” ujar Pedrosa, seperti dikutip autosport.com.

”Saya berusaha menahannya, tetapi akhirnya tidak mungkin diwujudkan. Urutan kedua memang bukan hasil yang terbaik. Namun, dibandingkan dengan hasil di Qatar, ini sangat baik,” kata Pedrosa yang finis ketujuh dalam seri pembuka GP Qatar.

Rossi berada di tempat ketiga. Start dari urutan keempat, Rossi berhasil menyodok ke posisi kedua dan menempel Pedrosa cukup ketat. Sayang, motornya gagal meladeni Lorenzo.

Rossi kini anjlok ke urutan kedua klasemen dengan 41 poin, sedangkan Lorenzo melejit ke urutan puncak. Koleksi nilainya adalah 45 poin. (reuters/ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau