"Sang Pemimpi" Raih Audience Awards

Kompas.com - 03/05/2010, 09:14 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Film Sang Pemimpi sekuel Laskar Pelangi karya sutradara Riri Riza merebut juara ketiga Audience Awards di ajang Udine Far East Film Festival, Italia.

"Audience Awards didasarkan pada jumlah perolehan suara penonton (voting) seusai penayangan film," ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa di London, Inggris, Minggu (2/5/2010).

Musurifun mengatakan, gemuruh tepuk tangan dari sedikitnya 1.000 penonton memenuhi Gedung Teatro Nuova berlantai tiga menjadi pemandangan mengharukan pada hari terakhir festival film di Udine.

Dikatakannya, jepretan kamera para wartawan dan kerumunan penggemar meminta tanda tangan Riri, yang duduk di barisan tengah gedung pertunjukan.

Sementara itu, Mira Lesmana, sang produser, yang mendampingi Riri, mengaku terharu dengan sambutan hangat penonton film Sang Pemimpi di Udine.

Udine Far East Film Festival, merupakan ajang tahunan film Asia bergengsi di Italia, tahun ini diikuti 72 film pilihan dari Asia, yaitu, China, Jepang, Korea, Hongkong, Indonesia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Dua film Indonesia lainnya yang ikut menyedot perhatian penonton pada festival Udine adalah Srigala Terakhir karya Upi dan Identitas karya Aria Kesumadewa.

Ketika ditanya mengenai perkembangan film Indonesia, Riri mengatakan, sejumlah film Indonesia sudah dapat menyamai film-film Asia lain, termasuk Jepang dan China, seperti terbukti dengan unggulnya film-film Indonesia di berbagai festival film Asia dan bahkan festival film internasional.

Film Sang Pemimpi tahun ini mengulangi keberhasilan Laskar Pelangi yang bertengger pada posisi ketiga (runner-up) Udine Far East Film Festival tahun 2009. "Sang Pemimpi juga berhasil memperoleh penghargaan Network for the Promotion of Asia Cinema (NETPAC) Critic Award pada Singapore International Film Festival," ujar Riri.

Menurut konsultan Far East Film Festival, Paolo Bertolini, film-film yang paling banyak diminati penggemar film di Italia dan juga umumnya di negara lain di Eropa adalah film percintaan (romantik) dan horor.

Namun, film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi serta film drama Indonesia yang berkisah tentang semangat tinggi anak-anak sekolah di daerah terbelakang dalam mengejar mimpi untuk kemajuan sangat menarik perhatian penonton.

Riri dan Mira merencanakan akan terus membuat film-film serius dengan memotret budaya dan realitas dalam masyarakat Indonesia yang makin terbuka dalam menghadapi tantangan dunia modern.

Untuk itu, keduanya akan mulai menggarap seri ketiga dari Laskar Pelangi yang berjudul Edensor pada paruh kedua tahun 2012.

Menurut rencana, kedua sineas papan atas Indonesia tersebut akan menggarap film berjudul Bumi Manusia yang diangkat dari novel terkenal Pramoedya Ananta Toer. Bumi Manusia telah diterbitkan dalam bahasa Italia dengan judul Questa Terra Delli Uomini, sekitar 10 tahun lalu.

Riri mengharapkan, jika filmya selesai dan tampil di Udine Far East Film Festival,  akan diadakan seminar dan peluncuran kembali novel dalam bahasa Italia.

Film Sang Pemimpi akan mengikuti Stichting Cinema Asia di Amsterdam pada 24-30 Mei mendatang dan mendapat kehormatan untuk ditayangkan sebagai film penutup pada festival film itu.

Kehadiran pada festival film membawa banyak manfaat untuk berbagi pengalaman dalam dunia perfilman sambil memperluas hubungan persahabatan dan kerja sama dengan sesama sineas. Untuk itu, Riri mengajak sineas Indonesia untuk memanfaatkan peluang untuk berpartisipasi pada berbagai festival film internasional. (Ant/EH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau