Krisis Yunani Berujung Kisruh

Kompas.com - 06/05/2010, 07:32 WIB

KOMPAS.com - Yunani makin akrab dengan kekisruhan. Unjuk rasa rencana pemotongan anggaran belanja negara, misalnya, berbuah tewasnya sedikitnya tiga orang demonstran.

Insiden itu terjadi tatkala massa membakar Bank Marfin di Athena sebagaimana media massa seperti Times dan AP menulis Rabu (5/5/2010). Petugas pemadam kebakaran menemukan ketiga jenazah itu di dalam bank yang dilumat api. Tak cuma itu, petugas juga menyelamatkan belasan orang dari dalam gedung bank tersebut.  

Para demonstran melempar bom molotov ke arah polisi, yang membalasnya dengan semprotan merica, gas air mata, dan granat pelumpuh. Saksi mata mengatakan pengunjuk rasa terbakar emosinya lantaran rencana pemerintah itu. Tak hanya itu, ternyata pemerintah juga punya ide menaikkan pajak. Kebijakan ini diambil sebagai syarat agar Yunani memperoleh paket dana talangan senilai 141 miliar dollar AS. Parlemen Yunani akan melakukan pemungutan suara untuk menyetujui atau menolak rencana itu akhir minggu ini.

Gaji

Lebih jauh, pemerintah Yunani juga mengambil langkah-langkah termasuk pembekuan gaji, pengurangan dana pensiun, dan kenaikan pajak. Pemerintah ingin melakukan pemotongan anggaran senilai 38 miliar dollar AS dalam tiga tahun ke depan. Cara ini, dalam kacamata pemerintah  bisa mengurangi defisit Yunani menjadi kurang dari 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebelum akhir 2014. Saat ini defisit Yunani bernilai 13,6 persen dari PDB.

Di luar gedung parlemen sekelompok pengunjuk rasa menaiki tangga gedung, menantang para anggota parlemen agar keluar dan meneriaki mereka "pencuri". Polisi antihuru-hara memukul mereka mundur, tetapi di sebelah gedung parlemen para pengunjuk rasa yang lain membakar sejumlah gedung, termasuk gedung direktorat pajak. Aksi mogok massal ini adalah yang ketiga dalam tiga bulan terakhir di Yunani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau