KOMPAS.com - Yunani makin akrab dengan kekisruhan. Unjuk rasa rencana pemotongan anggaran belanja negara, misalnya, berbuah tewasnya sedikitnya tiga orang demonstran.
Insiden itu terjadi tatkala massa membakar Bank Marfin di Athena sebagaimana media massa seperti Times dan AP menulis Rabu (5/5/2010). Petugas pemadam kebakaran menemukan ketiga jenazah itu di dalam bank yang dilumat api. Tak cuma itu, petugas juga menyelamatkan belasan orang dari dalam gedung bank tersebut.
Para demonstran melempar bom molotov ke arah polisi, yang membalasnya dengan semprotan merica, gas air mata, dan granat pelumpuh. Saksi mata mengatakan pengunjuk rasa terbakar emosinya lantaran rencana pemerintah itu. Tak hanya itu, ternyata pemerintah juga punya ide menaikkan pajak. Kebijakan ini diambil sebagai syarat agar Yunani memperoleh paket dana talangan senilai 141 miliar dollar AS. Parlemen Yunani akan melakukan pemungutan suara untuk menyetujui atau menolak rencana itu akhir minggu ini.
Gaji
Lebih jauh, pemerintah Yunani juga mengambil langkah-langkah termasuk pembekuan gaji, pengurangan dana pensiun, dan kenaikan pajak. Pemerintah ingin melakukan pemotongan anggaran senilai 38 miliar dollar AS dalam tiga tahun ke depan. Cara ini, dalam kacamata pemerintah bisa mengurangi defisit Yunani menjadi kurang dari 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebelum akhir 2014. Saat ini defisit Yunani bernilai 13,6 persen dari PDB.
Di luar gedung parlemen sekelompok pengunjuk rasa menaiki tangga gedung, menantang para anggota parlemen agar keluar dan meneriaki mereka "pencuri". Polisi antihuru-hara memukul mereka mundur, tetapi di sebelah gedung parlemen para pengunjuk rasa yang lain membakar sejumlah gedung, termasuk gedung direktorat pajak. Aksi mogok massal ini adalah yang ketiga dalam tiga bulan terakhir di Yunani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang