Ah, Ternyata Cuma 'Nongol' Segitu...

Kompas.com - 07/05/2010, 12:36 WIB

GENRE: Komedi, PRODUSER: Ody Wahyu Hidayat, SUTRADARA: Findo Purwono HW,  Bintang: Maria Ozawa, Sabrina Pai, Nicky Tirta, Herfiza Novianty, Hardi Fadhillah, Farish Nahdi, Alessia Cestaro, David Alexandre, Kevin Julio.

KOMPAS.com — Setelah menimbulkan pro-kontra, film Menculik Miyabi yang dibintangi aktris porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, akhirnya resmi beredar di bioskop Indonesia mulai Kamis (6/5/2010).  Kekhawatiran sejumlah pihak terkait kemunculan Miyabi yang bakal mengumbar aurat dan adegan seronok tak terbukti. Miyabi justru muncul bak perempuan dengan citra yang elegan dan jauh dari kesan esek-esek. Seperti apa kisahnya, berikut sedikit bocoran tentang film garapan sutradara Findo Purnowo HW tersebut.

Alkisah, pada sebuah pagi yang indah di Negeri Sakura sana, Miyabi, seorang model iklan ternama di Jepang, memulai kegiatannya. Ia bangkit dari ranjang tempat tidurnya untuk kemudian bergegas mandi. Sejurus kemudian, ia merendamkan tubuhnya di dalam bath tube.

Ditemani secangkir kopi, pikirannya menerawang jauh. Ia berhasrat untuk berlibur, tapi belum terpikir kota mana yang hendak ia tuju. Nah, di sinilah ia terpikir Jakarta sebagai tujuan liburannya. Kebetulan, sebagai bintang iklan, ia mendapat tugas untuk memberi hadiah pemenang kuis langsung ke Jakarta. Kloplah. Rencana itu pun ditulis Miyabi di blog pribadinya.

Kabar rencana kedatangan Miyabi rupanya dibaca tiga anak muda penggemar berat Miyabi. Tak berlama-lama, ketiganya, Kevin (Nicky Tirta), Bimo (Hardi Fadillah), dan Aan (Farish Nahdi) menuju bandara agar bisa bertemu langsung dengan sang idola. 

Kisah Menculik Miyabi tak lantas mempertontonkan kehadiran Miyabi di Indonesia. Cerita justru lebih menonjolkan konflik antara Kevin dan Mike (David Alexandre), rivalnya dalam merebut hati dara cantik bernama Jessica (Herfiza Novianti).

Sejak masih TK, Jessica sudah memikat hati Kevin. Benih-benih cinta itu terus tumbuh hingga keduanya beranjak remaja. Sial, Mike yang kemudian berhasil merebut  hati Jessica. Pertarungan antara Kevin dan Mike tak terelakkan. Sebuah tantangan diberikan Mike kepada Kevin. Katanya, boleh saja Kevin mendekati Jessica dengan satu syarat, ia harus membawa seorang gadis cantik ke pesta yang bakal digelar Jessica.

Mike sadar betul bahwa Kevin tak bakal mudah melewati tantanganya. Maklumlah, Kevin merupakan lelaki lugu, bahkan terkesan cupu alias culun punya.  

Awalnya, tak ada yang bisa diperbuat hingga sebuah peristiwa menggiringnya ke  petualangan yang tak pernah mereka duga. Sebuah kekacauan menyambut kedatangan Miyabi di bandara justru menjadi langkah awal Aan dan Bimo membantu Kevin mewujudkan keinginan mendekati Jessica dan menerima tantangan Mike. 

Di bandara, kisah itu berawal. Tak hanya ketiganya, ratusan penggemar Miyabi ternyata telah menyemut menanti kedatangan sang bintang. Layaknya penggemar fanatik, mereka kerap menimbulkan kekisruhan yang tak terkendali. Keributan tiba-tiba saja terjadi ketika seorang perempuan berparas oriental melenggang menuju arah mereka. Sontak saja, mereka berlari tak terbendung menyambut kedatangan perempuan itu.

Di sini, Aan mencoba cari muka di hadapan Miyabi. Ia berusaha menjadi pahlawan di mata idolanya. Ia memaksa dua sahabatnya, Kevin dan Bimo, untuk menyelamatkan Miyabi. Berhasilkah ketiganya menyelamatkan Miyabi dari kepungan para penggemar? 

Yap. Sejurus kemudian, mereka baru sadar, ternyata perempuan yang mereka  selamatkan bukanlah Miyabi, tetapi seorang gadis asal Taiwan, Mie Yao Bie (Sabrina Pai), yang kebetulan tampang dan namanya mirip Miyabi.  

Tak terima dengan aksi Aan, Bimo, dan Kevin, Mie Yao Bie ngambek bukan kepalang. Ia menuding ketiganya sebagai penculik. Sementara itu, Aan dan Bimo justru melihat kecantikan Mie Yao Bie sebagai peluang untuk menjawab tantangan dari Mike terhadap kawannya.

Di sisi lain, hubungan asmara antara Mike dan Jessica mulai renggang. Sikap kasar Mike membuat Jessica tak nyaman. Ia bahkan ingin memulai hubungan dengan Kevin yang menurutnya lugu dan menyenangkan. Namun, lagi-lagi, kemunculan Mie Yao Bie malah membuatnya ragu-ragu. Lantas, apakah Kevin cs bisa memenangkan pertaruhan mereka dengan Mike? 
 
Miyabi, bintang yang setahun belakangan ini jadi perbincangan, justru muncul tak mendominasi. Sabrina Pai, artis asal Taiwan yang berparas mirip dengan Miyabi, malah layak disebut sebagai bintangnya. Miyabi malah terkesan sebagai tempelan saja. Kebintangannya boleh jadi hanya menjadi gimmick yang sengaja ditampilkan demi memicu rasa penasaran terhadap sosoknya yang kental sebagai bintang porno.  
Di sinilah kehebatan Ody Wahyu Hidayat dalam memainkan isu. Pro-kontra kemunculan Miyabi justru menjadi promosi gratis film Menculik Miyabi. Nama Miyabi kadung diekspos habis-habisan. Alhasil, Menculik Miyabi kini tinggal menuai hasil dari promosi gratis atas pro dan kontra yang muncul selama ini.  

Seperti dituturkan Ody, target penonton yang ingin dicapai Menculik Miyabi  memang tak tanggung-tanggung, yakni melampaui jumlah penonton film Ayat-Ayat Cinta (A2C) atau paling tidak menembus angka tiga juta penonton. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau