Mitra koalisi

Ical Amankan Lagi SBY-Boediono

Kompas.com - 08/05/2010, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical, yang sempat bersitegang dengan Istana, kini rujuk lagi. Ical menyatakan bahwa dia resmi ditugasi untuk mengamankan pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014.

Ical kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Sabtu (8/5/2010), mengungkapkan, koalisi baru yang digagas ini didasari pembelajaran sikap partai koalisi saat membela kasus Bank Century.

"Selama ini, kan, pelajaran dari kasus Century. Format koalisi lama, partai koalisi hanya membela pemikiran pemerintah. Ternyata, sulit. Karena itulah, Presiden sebagai ketua koalisi, ketika akan mengeluarkan kebijakan baru, tentunya didiskusikan bersama," kata Ical.

Dalam format koalisi yang baru ini, semua partai koalisi menurutnya akan diberi tahu mengenai kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah. Tujuannya agar mitra koalisi mengetahui apa yang dibela, apa yang harus dibela, dan tujuan untuk rakyat seperti apa.

"Tidak bisa kita meminta para kader membela sesuatu tanpa ada alasan yang jelas, mengapa harus dibela. Di samping itu, mitra koalisi tetap memiliki hak berbeda pendapat," ujarnya.

Ical kemudian menegaskan, koalisi ini tidak dapat disebut bermitra dengan Partai Demokrat, tetapi dengan Presiden SBY. "Partai koalisi ini memiliki hak berbeda pendapat (yaitu) hanya yang prinsipil, misalnya APBN. Yang jelas, setiap kebijakan pemerintah didiskusikan dulu dengan mitra koalisi," ungkap Ical.

"Yang sekarang, koalisi ini adalah untuk mengamankan pemerintahan hingga tahun 2014 karena semua partai menghendaki pemenangan Pemilu 2014," tandasnya. (rahmat hidayat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau