JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical, yang sempat bersitegang dengan Istana, kini rujuk lagi. Ical menyatakan bahwa dia resmi ditugasi untuk mengamankan pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014.
Ical kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Sabtu (8/5/2010), mengungkapkan, koalisi baru yang digagas ini didasari pembelajaran sikap partai koalisi saat membela kasus Bank Century.
"Selama ini, kan, pelajaran dari kasus Century. Format koalisi lama, partai koalisi hanya membela pemikiran pemerintah. Ternyata, sulit. Karena itulah, Presiden sebagai ketua koalisi, ketika akan mengeluarkan kebijakan baru, tentunya didiskusikan bersama," kata Ical.
Dalam format koalisi yang baru ini, semua partai koalisi menurutnya akan diberi tahu mengenai kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah. Tujuannya agar mitra koalisi mengetahui apa yang dibela, apa yang harus dibela, dan tujuan untuk rakyat seperti apa.
"Tidak bisa kita meminta para kader membela sesuatu tanpa ada alasan yang jelas, mengapa harus dibela. Di samping itu, mitra koalisi tetap memiliki hak berbeda pendapat," ujarnya.
Ical kemudian menegaskan, koalisi ini tidak dapat disebut bermitra dengan Partai Demokrat, tetapi dengan Presiden SBY. "Partai koalisi ini memiliki hak berbeda pendapat (yaitu) hanya yang prinsipil, misalnya APBN. Yang jelas, setiap kebijakan pemerintah didiskusikan dulu dengan mitra koalisi," ungkap Ical.
"Yang sekarang, koalisi ini adalah untuk mengamankan pemerintahan hingga tahun 2014 karena semua partai menghendaki pemenangan Pemilu 2014," tandasnya. (rahmat hidayat)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang