Obama Juga Telepon Merkel Soal Krisis

Kompas.com - 10/05/2010, 05:27 WIB

HAMPTON, KOMPAS.com - Presiden AS, Barack Obama, Minggu (09/05), menelepon Kanselir Jerman, Angela Merkel, untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir guna menekankan langkah tegas Uni Eropa dalam membangun kepercayaan pasar.

"Presiden Barack Obama berbicara dengan Kanselir Merkel pagi ini sebagai bagian dari keterlibatan berkelanjutan akan situasi ekonomi di sana," kata wakil juru bicara Gedung Putih, Bill Burton.

Selain dengan Merkel, pada hari yang sama Obama juga melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy. Kantor Sarkozy mengatakan, kedua pemimpin sepakat untuk melakukan reaksi yang tegas terhadap gejolak yang terjadi di pasar.

Obama menelepon Merkel untuk merespon telepon Merkel sebelumnya yang tidak bisa diterimanya, setelah tiba di Hampton University, Virginia di mana ia memberikan pidato. Percakapan antara Obama dan Merkel serta  Sarkozy terjadi di tengah berlangsungnya pertemuan 27 Menteri Keuangan Uni Eropa di Brussel guna membuat langkah perlindungan bagi mata uang euro, beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan para pemimpin Eropa sebelum pasar saham dibuka kembali Asia.

Obama dan Merkel terakhir berkomunikasi Jumat, di tengah kekhawatiran AS bahwa krisis utang yang meletus di Yunani dapat melumpuhkan Eropa dan memicu gejolak  pasar saham Wall Street dan ekonomi AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau