Armida alisjahbana dipertimbangkan

Pengganti Sri Mulyani Perempuan?

Kompas.com - 10/05/2010, 13:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah spekulasi mengenai siapa pejabat baru yang bakal menduduki jabatan menteri keuangan langsung bermunculan selepas pengunduran diri Sri Mulyani.

Nama-nama yang santer beredar di antaranya Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan sejak tahun 2004 Anggito Abimanyu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, dan pengamat ekonomi, Iwan Jaya Aziz.

Namun, Kompas kini mendapatkan penegasan mengenai pertimbangan Presiden tentang keterwakilan perempuan di dalam kabinet. Berdasarkan informasi dari sebuah sumber di lingkungan Istana, Presiden menaruh perhatian yang besar menyangkut komposisi keterwakilan perempuan.

Menyusul pertimbangan itu, munculnya nama Armida Salsiah Alisjahbana, yang tak lain adalah Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, seolah mendapat penguatan. "Nama itu juga sedang ditimbang-timbang oleh Presiden, di samping nama-nama yang kini sudah santer beredar. Presiden sangat concern soal keterwakilan perempuan," kata sumber itu.

Selama duduk di kabinet sejak 22 Oktober 2009, nama Armida terbilang jauh dari sorotan media, terlebih jika dibandingkan dengan koleganya, Sri Mulyani. Apa latar belakang Armida sehingga namanya pun dilirik Presiden untuk menduduki jabatan krusial tersebut?

Wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 1960, itu meraih gelar sarjananya dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1985. Setelah itu, ia mendapatkan gelar Master of Arts in Economics Northwestern University, Evanston, Illinois, USA (1987). Tahun 1994, ia meraih gelar Doctor of Philosophy in Economics University of Washington, Seattle, Washington, AS.

Meskipun demikian, Armida yang terakhir dimintai keterangan pada Jumat pekan lalu mengaku belum mengetahui kabar ini. "Wah, saya belum terima berita. Mesti up date dulu, nih," katanya singkat.

Benarkah Armida yang akan menjadi srikandi baru dan memimpin Kementerian Keuangan? Lagi-lagi hanya Presiden yang tahu....

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau