UNGARAN, KOMPAS.com- Tanaman apa yang menjadi pilihan petani ketika kelak akan terjadi pengurangan penanaman tembakau? Jawabnya adalah tanaman kopi. Hanya kopi lah yang bisa memberikan hasil setara, bahkan jika tepat pengolahannya bisa melebihi penghasilan dari tembakau.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Tengah Tegoeh Winarno, Senin (10/5/2010), menyatakan, harga kopi di pasaran dunia saat ini masih tinggi. Harganya berkisar antara Rp 13.000 sampai Rp 14.0 00 per kilogram. Harga ini sebenarnya turun dari sebelumnya Rp 15.000 per kilogram.
"Produk tanaman perkebunan selalu punya nilai jual tinggi, mulai dari kopi, vanili sampai teh. Hanya, petani masih lemah daya tawarnya, sehingga kektika akan ada panen, harga kopi misalnya, cepat sekali turunnya," kata Tegoeh Winarno.
Menurut Tegoeh, petani tembakau harus diselematkan menyusul maraknya pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tembakau. Lambat laun, rancangan itu akan menjadi peraturan, dan petani tembakau yang paling terkena dampaknya.
Oleh karenanya, sebagai provinsi dengan luas areal tanaman tembakau cukup besar yakni 38.000 hektar, maka upaya penyelematan petani tembakau mengarah pada diversifikasi tanaman. Tanaman kopi adalah salah satu pilihan dari banyak jenis tanaman perkebunan yang bisa menghasilkan panen cepat.
Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI Abdul Kadir Karding berpendapat, petani tidak bisa hanya melakukan penolakan terhadap RPP Tembakau. Pemerintah pun harus bertanggungjawab dengan memberikan alternatif pemecahan yang konkrit guna membantu nasib petani tembakau.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang