JAKARTA, KOMPAS.com - Penganugerahan karya properti terbaik dunia akan menjadi bagian penting Kongres Dunia Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) ke-61 yang diselenggarakan di Bali, 24-28 Mei 2010.
Sebanyak 54 karya properti dari berbagai negara akan berkompetisi untuk mendapatkan penghargaan sebagai yang terbaik di ajang penganugrahan karya properti tingkat internasional yang dikenal dengan nama FIABCI Prix d’Excellence Awards 2010.
FIABCI Prix d’Excellence Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada karya-karya properti terbaik dari seluruh dunia. Penghargaan ini diberikan dan diumumkan secara khusus pada saat penyelenggaraan kegiatan Kongres Dunia FIABCI.
Prix d’Excellence Awards 2010 diikuti 54 nominator pemenang yang terbagi ke dalam 13 kategori yang berbeda. Kategori yang dilombakan antara lain meliputi lingkungan, master plan, pengembangan berkelanjutan, infrastruktur publik, hotel, perkantoran, kawasan industri, dan kategori khusus.
President FIABCI Prix d’Excellence Awards 2010 Yeow Thit Sang mengungkapkan, 54 nominator pemenang ini merupakan proyek-proyek properti yang berasal dari 11 negara. Asia tercatat sebagai kawasan yang menyumbangkan nominator terbanyak, hingga 40 proyek yang berasal dari delapan negara. Disusul kawasan Eropa yang mengikutsertakan 11 proyek dari dua negara dan Amerika yang mewakilkan 2 proyeknya.
“Jumlah partisipan Prix d’Excellence Awards 2010 lebih baik dibandingkan 2009. Tahun lalu hanya memperlombakan 10 kategori yang diikuti 40 nominator yang berasal dari sembilan negara,” ungkapnya lebih lanjut. Banyaknya jumlah nominator yang berasal dari Asia Pasifik, menunjukan bahwa dunia mengakui bahwa kawasan ini harus mulai diperhitungkan.
Menurutnya, proyek properti yang menjadi nominator Prix d’Excellence Award 2010 rata-rata memenuhi standar tinggi baik dari sisi desain maupun estietika. Fakta yang menonjol secara signifikan tahun ini adalah masalah lingkungan, dengan bobot penilaiannya naik dari 20 persen pada tahun lalu menjadi 25 persen pada tahun ini.
Menurut Yeow, sebagai puncak penghargaan bagi karya properti dunia, Prix d’Excellence Award mendapat dukungan para juri yang independen dan profesional. Mereka memiliki latar belakang profesi yang beragam dan berasal dari berbagai negara.
Dewan juri Prix d’Excellence Award 2010 berjumlah 30 orang profesional real estat yang berasal dari 18 negara. Mereka antara lain adalah para presiden FIABCI di sejumlah kawasan, mantan presiden FIABCI dunia, presiden dari para anggota prisipal seperti dari asosiasi profesional, arsitek, surveyor, penilai, maupun developer.
Proses penjurian selalu dilakukan secara transparan. Setiap anggota dewan juri memiliki independesi dalam memberikan penilaian dan catatan berdasarkan kriteria yang ada. Independensi tersebut juga ditunjukan dengan tidak menyertakan Presiden FIABCI Prix d’Excellence Award dalam proses penilaian dan penjurian, namun lebih berperan dalam memimpin organisasi.
“Menjadi pemenang Prix d’Excellence itu sangat prestisius dan membanggakan. Mereka bisa dengan bangga menunjukan bahwa proyeknya adalah salah satu karya terbaik dunia. Penghargaan ini menunjukan bahwa proyek yang menang memiliki nilai lebih di atas rata-rata kebanyakan karya properti lainnya,” tegas Yeow.
Peluang Indonesia
Ketua Panitia Kongres Dunia FIABCI Bali Pingki Elka Pangestu menjelaskan Indonesia berhasil mengirimkan sejumlah karya propertinya di ajang tersebut. Karya-karya properti anak negeri tersebut memiliki kualitas bangunan dan desain yang sangat baik, sehingga tidak kalah dibandingkan produk sejenis dari luar negeri.
Ia mengungkapkan, Indonesia sudah cukup lama tidak mengikuti perlombaan properti di tingkat dunia. Padahal, menurut penilaiannya karya-karya pengembang Indonesia memiliki kualitas yang baik dan tidak kalah menarik dibadingkan proyek properti yang dibangun di negara lain.
“Inilah adalah kesempatan emas bagi pengembang Indonesia untuk berbicara di tingkat Internasional. Apalagi beberapa karya properti kita pernah memenangkan Prix d’Excellece, seperti Mal Pondok Indah II pada tahun 2006 di Bangkok,” ujarnya lebih lanjut.
Menjadi pemenang Prix d’Excellence memberikan gengsi tersediri bagi karya properti yang memenangkannya. Penghargaan ini bukan hanya mengangkat citra, tetapi sekaligus dapat meningkatkan aspek komersialnya di pasar. Hotel dan gedung perkantoran yang pernah menjadi pemenang, misalnya, rata-rata bisa mematok tarif sewa lebih mahal ketimbang kompetitornya, karena menjadi favorit dan lebih diminati masyarakat.
Menurutnya, Prix d’ Excellence Award juga merupakan ajang promosi yang efektif di pasar internasional karena menunjukan kesetaraan dengan yang terbaik. Hal ini akan meningkatkan keyakinan bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang terbaik.
Sementara bagi pihak pengembang yang menciptakan mahakarya tersebut, kemenangan dalam ajang ini menjadi wujud pengakuan yang berharga. Mereka akan datang secara berbondong-bondong untuk meramaikan dan bertepuk tangan atas keberhasilan produknya masing-masing.
Ketua Bidang Prix d’Excellence Award 2010, Johannes Tulung berharap melalui keikutsertaan di ajang Prix d’Excellence, maka karya-karya properti nasional bisa lebih dikenal di pentas internasional. Selain mengangkat harkat dan martabat serta harga diri bangga, melalui keikutsertaan di even ini, Indonesia bisa menunjukkan kepada dunia sebagai negara yang mampu menciptakan karya-karya properti bernilai tinggi.
“Keikutsertaan di dalam Prix dExcellence sekaligus menjadi pintu pembuka bagi para developer lokal atau nasional untuk menangkap peluang di pasar regional maupun internasional,” ujarnya.
Penganugerahan Prix d’Excellence rencananya akan diselenggarakan dengan acara gala dinner yang meriah pada 27 Mei 2010. Ratusan undangan diperkirakan akan hadir dan berpartisipasi di salah satu acara terpenting dalam penyelenggarakan kongress dunia real estat ini.
Sekilas tentang FIABCI
FIABCI (The International Real Estate Federation) adalah organisasi nirlaba yang mendapatkan konsultatif khusus sebagai Organisasi Non-pemerintah (NGO) di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan merupakan sebuah federasi yang beranggotakan 120 organisasi realestat profesional dan mewakili lebih dari 1,5 juta profesional serta 3.300 praktisi realestat.
FIABCI hadir di 60 negara dan bertujuan untuk membawa dimensi internasional ke pasar lokal dan untuk memberikan peluang bisnis real estat kepada para anggotanya di seluruh dunia. Hal ini memberikan keunikan pengetahuan lokal melalui para anggotanya, akses ke asosiasi real estat terkemuka di dunia serta membangun keputusan penting yang mendapat dukungan data dari FIABCI.
FIABCI Prix d’Excellence Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada karya-karya properti terbaik dunia. Penghargaan ini diberikan melalui sebuah panel internasional yang diikuti oleh para ahli dan profesional real estat dari berbagai negara.
Penilaian dari penghargaan ini mempertimbangkan keseluruhan aspek, bukan semata-mata hanya pada faktor keindahan, fungsi, maupun ukuran. Penghargaan ini melombakan beberapa katogori antara lain master plan, pengembangan berkelanjutan, infrastruktur publik, pemukiman, hotel, ritel, perkantoran, kawasan industri, cagar budaya, dan kategori khusus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang