Lagi, Toyota Bakal Terancam Denda 16,4 Juta Dollar AS

Kompas.com - 11/05/2010, 15:36 WIB

AMERIKA, KOMPAS.com — Masalah Toyota terkait recall ternyata belum berujung. Produsen mobil terbesar di Jepang itu kini terancam terkena denda lagi karena ada temuan kasus baru.

Menurut investigasi Associated Press, pihak Toyota pada 2005 juga sengaja menunda pemanggilan kembali untuk perbaikan atau recall terhadap beberapa model SUV Hilux dan pikap Hilux Surf karena ada kelainan pada steering rods. Jadi, saat berkendara, roda tidak membelok meski kemudi sudah diputar. Padahal, produk tersebut sudah terlebih dahulu terkena pemanggilan di Jepang (2004).

Penemuan itu membuat pihak Lembaga Keamanan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) melakukan investigasi lanjutan. Jika terbukti benar, denda 16,4 juta dollar AS (Rp 1,5 triliun) sudah menghantui prinsipal. Jumlah ini sama dengan yang harus dibayar Toyota pada kasus recall awal tahun ini.

Pihak NHTSA sudah menerima 41 laporan keluhan pelanggan di Amerika Serikat.

"Tim kami terus bekerja memaksimalkan dokumen dan informasi dari Toyota untuk membuktikan apa benar terjadi pelanggaran. Berdasarkan peraturan, pabrikan harus memberi tahu maksimal lima hari kerja setelah kerusakan ditemukan pada produk yang dipasarkan di AS," ujar salah satu pejabat NHTSA, David Strickland, seperti dilansir Autoevolution, Selasa (11/5/2010).

Selain itu, NHTSA saat ini juga telah menemukan 16 kecelakaan yang mengakibatkan tiga korban jiwa dan tujuh luka terkait masalah setir yang mengunci. Saat setir mengunci, pengemudi tak bisa mengendalikan laju kendaraan dan mengakibatkan kecelakaan.

Terkait masalah ini, pihak Toyota mengaku telah mengetahui permasalahan yang terjadi dan bersikap mendukung segala investigasi yang dilakukan pihak berwenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau