Cacau Rebut Hati Loew

Kompas.com - 15/05/2010, 04:57 WIB

Aachen, Jumat - Striker tim nasional Jerman kelahiran Brasil, Cacau, telah merebut hati Pelatih Joachim Loew lewat dua gol dalam uji coba melawan Malta di Aachen, Kamis (13/5). Meski tidak puas karena Jerman hanya menang 3-0 atas tim lemah, Loew memberi kredit poin bagi striker VfB Sttutgart itu.

Uji coba tersebut digelar Jerman sebelum menjalani pemusatan latihan di Sisilia dan kawasan Pegunungan Alpen, Italia, sebagai persiapan menjelang tampil di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Satu gol Jerman lainnya merupakan hasil bunuh diri veteran Malta, Kenneth Scicluna.

Melawan tim lemah yang hampir tidak memberi perlawanan, Loew mengaku tidak puas atas minimnya gol. ”Hasil ini terlalu sedikit gol yang tercipta. Kami bermain bagus, membuat beberapa peluang, tetapi membuang banyak peluang,” katanya.

Meski kecewa, ia tetap memberi pujian bagi Cacau, satu dari enam penyerang yang dia pastikan bakal dibawa ke Afrika Selatan. ”Ia (Cacau) punya kualitas yang tidak Anda temukan pada banyak striker lainnya. Ia rajin menjemput bola dari lini tengah, ia punya kecepatan, dan selalu maju menyerang,” puji Loew.

Cacau membuka kemenangan tim ”Panser” lewat gol sundulan menit ke-16. Ini gol pertamanya dari enam kali memperkuat Jerman. Pada babak kedua ia menggandakan gol hasil umpan tarik Lukas Podolski, menit ke-58.

Penampilan striker berusia 29 tahun itu sedikit mengurangi kegundahan Loew yang khawatir atas rendahnya level ketajaman barisan strikernya di Bundesliga.

Dua striker utama Jerman, Podolski dan Miroslav Klose, masing-masing hanya mengoleksi lima gol di Bundesliga. Mario Gomes, striker lainnya, mencetak 10 gol. Dalam diri Cacau, yang mencetak 13 gol, Loew mulai menemukan solusi di lini depan.

”Saya gembira, pelatih percaya kepada kekuatan saya. Saya bukan striker yang hanya diam menunggu di depan. Saya bergerak dan senang keluar dari pertahanan lawan,” kata Cacau, yang mendapat kewarganegaraan Jerman tahun lalu.

Dalam uji coba itu, Jerman tidak diperkuat 12 pemain kunci, termasuk kapten Michael Ballack serta pemain klub Bayern Muenchen dan Werder Bremen yang berlaga di final Piala Jerman, Sabtu ini. Jerman bersaing dengan Australia, Ghana, dan Serbia di Grup D Piala Dunia 2010.

Pada uji coba lain di Houston, Amerika Serikat, Meksiko memukul Angola 1-0 melalui gol gelandang Andres Guardado menit ke-52. Tim asuhan Javier Aguirre itu beberapa kali beruji coba, termasuk saat menang 1-0 atas Senegal, Senin lalu. Senin depan, mereka menjajal Cile.

Suporter Korea Utara

Dari Beijing dilaporkan, sekitar 1.000 warga China direkrut Komite Olahraga Korea Utara yang berkantor di Beijing untuk menjadi suporter tim Korea Utara (Korut) di Piala Dunia 2010. Sekelompok warga China yang diberi julukan ”tentara relawan suporter” telah diberi tiket untuk menyaksikan laga Korut lawan Brasil dan Portugal.

Di antara suporter dadakan Korut itu, terdapat para aktor, pelawak, dan penyanyi terkenal. Mereka akan bertolak ke Afrika Selatan, Juni mendatang. ”Gairah Tentara Relawan Rakyat tahun 1950-an masih terpatri di hati kami sehingga kami harus mendukung Korea Utara di Piala Dunia,” tulis Qi Ge, kolumnis pada harian Oriental Sports.

Dukungan China kepada olahraga Korut bukan hal baru lagi. Erke, perusahaan apparel China, menjadi sponsor tim Korut, seperti yang mereka lakukan pada tim olahraga negeri itu saat Olimpiade Beijing 2008. Korut bersaing dengan Brasil, Portugal, dan Pantai Gading di Grup G.

Korut juga dikabarkan menambah satu pemain lagi dalam daftar timnya meski telah melewati tenggat FIFA. Gelandang Vegalta Sendai, Ryang Yong-gi, seperti diungkapkan ofisial klub itu, ditambahkan ke skuad Korut. ”Dia terlewatkan pada pendaftaran pertama, tetapi kami tidak melihat ada masalah dia ditambahkan pada tim sebelum batas waktu terakhir 1 Juni,” kata ofisial Vegalta Sendai, yang tak mau disebut namanya.

Persaingan di Grup G bakal berlangsung keras setelah Pelatih Pantai Gading Sven-Goran Eriksson dengan tegas membidik lolos dari penyisihan grup. ”Target pokok kami adalah melaju ke putaran pertama. Sudah pasti semua orang bermimpi lolos hingga perempat final atau semifinal,” kata Eriksson kepada harian Italia Corriere dello Sport, Jumat.

Eriksson, pengganti Pelatih Vahid Halilhodzic, memulai latihan Pantai Gading, Minggu esok. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau