Chelsea Ukir Sejarah

Kompas.com - 16/05/2010, 03:33 WIB

LONDON, SABTU - Chelsea mengakhiri musim 2009/2010 dengan sejarah mengawinkan gelar Liga Inggris dan Piala FA. Mereka merebut trofi Piala FA setelah memukul Portsmouth 1-0 (0-0) pada final di Wembley, Sabtu (15/5). Striker Didier Drogba dan kiper Petr Cech pahlawan ”The Blues” pada final itu.

Drogba, yang musim ini pencetak gol terbanyak Liga Inggris (29 gol), mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-59. Kontribusi Cech juga tidak boleh dilupakan karena, empat menit sebelumnya, menggagalkan penalti Kevin Prince-Boateng.

Bukan hanya Boateng yang telah menyia-nyiakan emas. Gelandang Frank Lampard juga membuang kesempatan memperbesar kemenangan Chelsea setelah gagal mengeksekusi penalti, dua menit menjelang laga bubar. Penalti itu dia dapatkan setelah ia dijatuhkan gelandang Michael Brown di kotak penalti.

Selain menjadi penentu kemenangan, gol Drogba tersebut menjadi pemecah kebuntuan Chelsea yang sepanjang babak pertama memperoleh peluang demi peluang.

Di babak pertama, tercatat setidaknya lima kali bola gempuran para pemain Chelsea menerpa gawang Portsmouth. Situasi yang membuat frustrasi pemain Chelsea, tecermin dari tindakan Drogba yang memukul dan mengguncangkan gawang Portsmouth.

Selain berkat kokohnya pertahanan Portsmouth lewat penyelamatan bek-bek mereka dan kiper David James yang berkali- kali mengeblok gempuran John Terry dan kawan-kawan, hal itu juga tidak terlepas dari faktor kesialan. Kesialan Chelsea paling nyata, kejadian yang dialami Salomon Kalou menit ke-27.

Ia sudah berada di mulut gawang dan berdiri bebas saat menerima umpan Ashley Cole. Gawang selebar 7 meter menganga terbuka di depannya, tanpa penjagaan kiper James. Akan tetapi, bola sontekan kaki kanannya membentur gawang.

Pendukung Chelsea yang siap bersorak-sorak tampak kecewa dan tidak percaya melihat kejadian itu. BBC Sport menyebut kejadian itu ”terbuangnya peluang gol paling mengejutkan dalam sejarah final Piala FA”.

Kejadian menyentak lainnya muncul pada menit ke-39 ketika Drogba melepaskan tendangan bebas dari jarak jauh. Tendangannya sangat keras dan menghunjam ke gawang James. Bola sempat mengenai tangan James, tetapi menerpa tiang pojok kanannya. Bola jatuh ke tanah dan sekilas terlihat seperti telah melewati garis gawang.

Namun, wasit Chris Foy dengan bantuan pengamatan asistennya memutuskan belum terjadi gol. Keputusan itu brilian karena dari tayangan ulang televisi, bola memang belum melewati garis gawang.

Di tengah kebuntuan Chelsea itu, pada menit ke-22 Portsmouth hampir menjebol dulu gawang Cech. Berawal dari umpan silang Aruna Dindane, bola jatuh di kaki Boateng yang berdiri bebas di kotak penalti. Tendangan Boateng mengenai Frédéric Piquionne dan bola memantul tepat ke badan Cech.

Kostum baru

Tampil dengan status juara Liga Inggris, para pemain Chelsea memakai kostum baru mereka, yang antara lain ditandai lingkar merah di bagian kerah. Mereka mengambil inisiatif serangan. Belum ada lima menit, bola tendangan Lampard berkelebatan di dekat gawang James.

Tak lama kemudian, giliran Nicolas Anelka yang menghantamkan bola, tetapi diblok kiper James. Hal itu diikuti tendangan Drogba dua kali beruntun, yang juga digagalkan bek lawan.

Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti menurunkan pemain starter yang sama dengan starter ketika mereka menghancurkan Wigan Athletic, 8-0, pada laga terakhir penentu gelar mereka sebagai juara Liga Inggris.

Ballack cedera

Namun, rekor Chelsea merebut gelar ganda itu harus dibayar cedera gelandang Michael Ballack yang bisa jadi ikut dipikul timnas Jerman. Ballack cedera setelah ditekel pemain Portsmouth dari belakang, membuat ia harus dirawat, lalu ditarik keluar dan diganti Juliano Belletti.

Cedera Ballack menjadi pukulan telak bagi Pelatih Joachim Loew, yang pada saat bersamaan tengah memimpin pemusatan latihan timnas Jerman di Sisilia, Italia, hanya kurang dari sebulan menjelang Piala Dunia 2010. Ballack dijadwalkan bergabung ikut latihan Jerman, Senin besok.

Terlepas dari itu, sukses Chelsea menggabungkan gelar Piala FA dan Liga Inggris menjadi bukti sukses tambahan pelatihnya, Ancelotti, dalam musim pertamanya di klub itu. (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau