JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Kongres II Partai Demokrat di Bandung pada 21-23 Mei mendatang, aksi telikung masih terus terjadi. Kali ini, kubu bakal calon ketua umum PD Marzuki Alie, yang disebut kubu Hotel Mercure, dan kubu bakal calon Anas Urbaningrum, yang disebut kubu Hotel Sultan, dituduh melancarkan aksi politik uang demi melenggangkan jalannya menuju Demokrat 1.
Tak tanggung-tanggung, Marzuki, yang juga Ketua DPR RI, dituduh memberikan uang ratusan juta kepada sepuluh DPC PD. Informasi ini diembuskan anggota tim sukses bakal calon ketua umum Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan dan Radityo Gambiro, di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Senin (17/5/2010). Dikatakan mereka, hal ini akan disampaikan ke Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketika hal ini dikonfirmasi ke Marzuki, dirinya tampak sangat berang. "Saya sudah menelepon langsung Ramadhan dan Gambiro. Saya minta mereka mencabut ucapannya. Saya katakan ke mereka, lebih baik saya tidak jadi apa-apa daripada saya kotori partai ini," ujar Marzuki berapi-api.
Menurut Marzuki, Radityo berjanji akan mencabut kata-katanya, sedangkan Ramadhan mengaku, pernyataan tersebut tidak muncul di jumpa pers resmi. "Mungkin ketika tanya jawab," ujar Marzuki mengutip pernyataan Ramadhan.
Marzuki juga telah meminta keduanya meminta maaf. "Ini fitnah. Apalagi kalau hal ini mau dilaporkan ke Pak SBY, waduh, ini luar biasa. Ini fitnah. Saya minta mereka minta maaf karena ini menyangkut harga diri partai. Ingat lho, jika orang yang difitnah tidak memaafkan, orang yang memfitnah tidak bisa masuk surga. Ini hadis nabi, lho," ujarnya.
Jika hal ini tidak segera mendapat tanggapan dari kubu Tugu Proklamasi, Marzuki akan mempermasalahkan hal ini. "Saya minta, panggil DPC-nya. Jika Radityo tidak panggil, biar saya yang panggil. Nanti saya tanya, di mana, berapa, dan kenapa. Gitu dong, pembuktian. Kalau tidak, saya juga bisa bicara seperti itu," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang