Formula 1

Menang Beruntun, Masa Depan Webber Cerah

Kompas.com - 17/05/2010, 17:16 WIB

MONACO, Kompas.com - Masa depan Mark Webber bersama tim Red Bull Racing tampaknya semakin cerah. Kemenangan beruntun yang diraih pebalap Australia tersebut, yang membuat manajemen Red Bull kepincut untuk mempertahankannya.

Memang, penampilan Webber dalam dua seri terakhir Formul 1 (F1) 2010 ini sangat impresif. Setelah menjadi juara di GP Spanyol 9 Mei lalu, Webber kembali naik podium nomor satu di GP Monaco akhir pekan kemarin. Kemenangan beruntun ini mengantarkan Webber ke puncak klasemen sementara, disusul rekan setimnya Sebastian Vettel, dengan sama-sama mengumpulkan 78 poin.

Tak heran jika bos Red Bull langsung membuka pembicaraan dengan manajemen Webber menyangkut perpanjangan kontraknya, yang akan selesai akhir musim ini. Padahal, sebelumnya Red Bull sudah memberikan sinyal akan mencari pebalap baru yang akan jadi tandem Vettel pada musim mendatang.

Namun sekarang, team principal Christian Horner menutup kembali pintu masuk bagi pebalap lain. Dia ternyata menginginkan agar Webber tetap berduet dengan Vettel.

"Saya sangat bahagia dengan keseimbangan dan kedinamisan tim, dan sehingga tidak ada perubahan," ungkap Horner kepada Autosport, Senin (17/5/10), yang berharap agar negosiasi nanti dengan sang pebalap, tidak berlangsung lama dan alot.

Nah, jika Webber benar-benar tetap memperkuat Red Bull, maka masa depan Kimi Raikkonen di arena F1 yang bakal selesai. Pasalnya, Raikkonen, mantan juara dunia 2007 yang sekarang beralih ke reli dunia, digadang-gadang akan menjadi tandem Vettel pada musim depan, setelah Webber hengkang.

"Kami bahagia dengan penampilan Mark," ungkap Horner. "Dia merupakan anggota yang penting di tim kami dan dia telah naik podium di saat usia 33 tahun. Kami mengatakan akan mengontraknya satu tahun lagi.

"Dia membalap dengan sangat fantastis, dia anggota penting di tim, sehingga ketika dia datang untuk duduk membicarakan kontrak, saya yakin pembicaraannya akan berlangsung singkat."

Tentang ketangguhan timnya, yang kini sudah menggeser para rival dari posisi teratas, Horner mengatakan bahwa mereka harus tetap fokus. Sebab, lawan-lawan besar pasti memiliki keinginan kuat untuk mengalahkannya di setiap seri.

"Fokus kami tidak berubah," ungkapnya. "Kami akan tetap menekan. Sangat berbahaya di bisnis ini jika menyepelekan rival-rivalmu.

"McLaren, Ferrari dan Mercedes merupakan tim hebat dengan sejarah dan tradisi yang hebat pula. Karena itu, bodoh jika menyepelekan perkembangan dan kemajuan mereka.

"Jika dibandingkan, kami adalah tim kecil, sehingga perlu tetap fokus dengan apa yang dilakukan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau