MONACO, Kompas.com - Masa depan Mark Webber bersama tim Red Bull Racing tampaknya semakin cerah. Kemenangan beruntun yang diraih pebalap Australia tersebut, yang membuat manajemen Red Bull kepincut untuk mempertahankannya.
Memang, penampilan Webber dalam dua seri terakhir Formul 1 (F1) 2010 ini sangat impresif. Setelah menjadi juara di GP Spanyol 9 Mei lalu, Webber kembali naik podium nomor satu di GP Monaco akhir pekan kemarin. Kemenangan beruntun ini mengantarkan Webber ke puncak klasemen sementara, disusul rekan setimnya Sebastian Vettel, dengan sama-sama mengumpulkan 78 poin.
Tak heran jika bos Red Bull langsung membuka pembicaraan dengan manajemen Webber menyangkut perpanjangan kontraknya, yang akan selesai akhir musim ini. Padahal, sebelumnya Red Bull sudah memberikan sinyal akan mencari pebalap baru yang akan jadi tandem Vettel pada musim mendatang.
Namun sekarang, team principal Christian Horner menutup kembali pintu masuk bagi pebalap lain. Dia ternyata menginginkan agar Webber tetap berduet dengan Vettel.
"Saya sangat bahagia dengan keseimbangan dan kedinamisan tim, dan sehingga tidak ada perubahan," ungkap Horner kepada Autosport, Senin (17/5/10), yang berharap agar negosiasi nanti dengan sang pebalap, tidak berlangsung lama dan alot.
Nah, jika Webber benar-benar tetap memperkuat Red Bull, maka masa depan Kimi Raikkonen di arena F1 yang bakal selesai. Pasalnya, Raikkonen, mantan juara dunia 2007 yang sekarang beralih ke reli dunia, digadang-gadang akan menjadi tandem Vettel pada musim depan, setelah Webber hengkang.
"Kami bahagia dengan penampilan Mark," ungkap Horner. "Dia merupakan anggota yang penting di tim kami dan dia telah naik podium di saat usia 33 tahun. Kami mengatakan akan mengontraknya satu tahun lagi.
"Dia membalap dengan sangat fantastis, dia anggota penting di tim, sehingga ketika dia datang untuk duduk membicarakan kontrak, saya yakin pembicaraannya akan berlangsung singkat."
Tentang ketangguhan timnya, yang kini sudah menggeser para rival dari posisi teratas, Horner mengatakan bahwa mereka harus tetap fokus. Sebab, lawan-lawan besar pasti memiliki keinginan kuat untuk mengalahkannya di setiap seri.
"Fokus kami tidak berubah," ungkapnya. "Kami akan tetap menekan. Sangat berbahaya di bisnis ini jika menyepelekan rival-rivalmu.
"McLaren, Ferrari dan Mercedes merupakan tim hebat dengan sejarah dan tradisi yang hebat pula. Karena itu, bodoh jika menyepelekan perkembangan dan kemajuan mereka.
"Jika dibandingkan, kami adalah tim kecil, sehingga perlu tetap fokus dengan apa yang dilakukan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang