JAKARTA, KOMPAS.com - Pejabat Senior Dana Moneter Internasional (IMF) di Indonesia, Milan Zavadjil berpendapat bahwa pengaruh krisis Yunani kepada Indonesia sangat terbatas karena kondisi ekonomi yang relatif kuat. "Pengaruhnya terbatas karena Indonesia memiliki ekonomi yang kuat, kondisi makro yang baik, dan rasio utang yang kecil sekitar 28 persen dari produk domestik bruto (PDB). Saya melihat Indonesia akan baik," kata Milan dalam pemaparan IMF Regional Economic Outlook kerjasama IMF dengan Universitas Paramadina di Jakarta, Senin (17/5/2010).
Ia mengatakan, pengaruh krisis di Yunani di Eropa tidak saja di Indonesia, namun telah menjadi gejala di dunia. Pelemahan mata uang dan juga indeks di lantai bursa bukan hanya terjadi di Indonesia. "Pelemahan tidak hanya rupiah tapi juga mata uang lainnya, seperti Australia, namun saya yakin Indonesia akan baik," tegasnya.
Milan menambahkan, dengan kondisi ekonomi Indonesia yang kuat, permintaan domestik yang kuat, populasi yang cukup tinggi, kelas menengah yang terus tumbuh, akan membuat Indonesia tetap akan dilirik para investor.
Ia mengatakan, investasi langsung ke Indonesia ternyata hampir sama dengan portofolio yang masuk ke Indonesia. Investasi langsung ke Indonesia per April 2010 mencapai 75 miliar dollar AS. Begitu pula dengan portofolio yang hampir 80 miliar dollar AS.
Ia menambahkan, dengan penguatan ekonomi Indonesia, IMF memproyeksikan, ekonomi Indonesia pada 2010 akan tumbuh 6,0 persen, meningkat dibanding 2009 yang mencapai 4,5 persen.
Sedangkan, inflasi juga diperkirakan meningkat dari 2,8 persen pada 2009 menjadi 5,7 persen pada 2010 ini. Sementara defisit anggaran sesuai dengan APBNP 2010 mencapai 2,1 persen dari PDB atau meningkat dari sebelumnya 1,6 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang