Krisis yunani

Indonesia Cuma Kena Sedikit

Kompas.com - 17/05/2010, 18:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pejabat Senior Dana Moneter Internasional (IMF) di Indonesia, Milan Zavadjil berpendapat bahwa pengaruh krisis Yunani kepada Indonesia sangat terbatas karena kondisi ekonomi yang relatif kuat. "Pengaruhnya terbatas karena Indonesia memiliki ekonomi yang kuat, kondisi makro yang baik, dan rasio utang yang kecil sekitar 28 persen dari produk domestik bruto (PDB). Saya melihat Indonesia akan baik," kata Milan dalam pemaparan IMF Regional Economic Outlook kerjasama IMF dengan Universitas Paramadina di Jakarta, Senin (17/5/2010).
   
Ia mengatakan, pengaruh krisis di Yunani di Eropa tidak saja di Indonesia, namun telah menjadi gejala di dunia. Pelemahan mata uang dan juga indeks di lantai bursa bukan hanya terjadi di Indonesia. "Pelemahan tidak hanya rupiah tapi juga mata uang lainnya, seperti Australia, namun saya yakin Indonesia akan baik," tegasnya.
   
Milan menambahkan, dengan kondisi ekonomi Indonesia yang kuat, permintaan domestik yang kuat, populasi yang cukup tinggi, kelas menengah yang terus tumbuh, akan membuat Indonesia tetap akan dilirik para investor.
   
Ia mengatakan, investasi langsung ke Indonesia ternyata hampir sama dengan portofolio yang masuk ke Indonesia. Investasi langsung ke Indonesia per April 2010 mencapai 75 miliar dollar AS. Begitu pula dengan portofolio yang hampir 80 miliar dollar AS.
   
Ia menambahkan, dengan penguatan ekonomi Indonesia, IMF memproyeksikan, ekonomi Indonesia pada 2010 akan tumbuh 6,0 persen, meningkat dibanding 2009 yang mencapai 4,5 persen.
   
Sedangkan, inflasi juga diperkirakan meningkat dari 2,8 persen pada 2009 menjadi 5,7 persen pada 2010 ini. Sementara defisit anggaran sesuai dengan APBNP 2010 mencapai 2,1 persen dari PDB atau meningkat dari sebelumnya 1,6 persen.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau