Terorisme

Saptono Miliki Hobi Berkebun

Kompas.com - 17/05/2010, 19:33 WIB

LEBAK, KOMPAS.com — Saptono alias Pak Tuo (48), tersangka terorisme di Indonesia yang tewas ditembak mati tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Cikampek, Jawa Barat, ternyata hobi berkebun dan berladang.

"Kalau dia (Saptono) berada di kampung halaman selalu berkebun dan berladang," kata Awal Purwono (55), kakak kandung pertama Saptono di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Senin (17/5/2010).

Awal mengatakan, sejak kecil Saptono orangnya pendiam dan pandai bergaul sehingga banyak dicintai teman-teman sekolah ataupun teman sepermainan. Selain itu, dia juga hobi main sepak bola, bahkan pernah menjuarai tingkat Kecamatan Sajira.

Karena itu, pihaknya tidak menyangka sama sekali dia terlibat jaringan terorisme karena orangnya baik, juga pandai bergaul. Kemungkinan dia berbeda keyakinan dengan saudara-saudara lainnya, setelah sering melakukan pengajian di luar daerah.

"Kami dan keluarga merasa ikhlas dan tabah menerima kematian Saptono itu karena semua orang pasti meninggal dunia juga," katanya.

Menurut dia, kematian satu-satunya jalan terbaik bagi Saptono untuk memperjuangkan keyakinan itu sehingga keluarga hanya pasrah dan berdoa.

Saptono yang dikarunia enam anak itu, kata dia, jika dia berada di kampung halaman selalu menyempatkan diri menanam pohon pisang, kelapa, dan singkong di kebun. Karena itu, kata dia, hingga kini peninggalan tanaman Saptono yang ada di kebun milik keluarga kini sudah banyak berbuah, seperti pohon pisang dan kelapa. "Keluarga sering juga memakan pisang hasil tanaman Saptono," katanya.

Sementara itu, Uki (45), sepupu Saptono, mengaku bahwa dia sangat hobi menanam aneka jenis pohon di kebun, di antaranya pisang, kelapa, karet, singkong, dan jenis kayu keras. Bahkan, tanaman hasil dia menanam kini dinikmati oleh keluarganya. "Kami sebagai keluarga hanya mendoakan kepergian Saptono karena dia sejak kecil orangnya sangat baik," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau