LEBAK, KOMPAS.com — Saptono alias Pak Tuo (48), tersangka terorisme di Indonesia yang tewas ditembak mati tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Cikampek, Jawa Barat, ternyata hobi berkebun dan berladang.
"Kalau dia (Saptono) berada di kampung halaman selalu berkebun dan berladang," kata Awal Purwono (55), kakak kandung pertama Saptono di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Senin (17/5/2010).
Awal mengatakan, sejak kecil Saptono orangnya pendiam dan pandai bergaul sehingga banyak dicintai teman-teman sekolah ataupun teman sepermainan. Selain itu, dia juga hobi main sepak bola, bahkan pernah menjuarai tingkat Kecamatan Sajira.
Karena itu, pihaknya tidak menyangka sama sekali dia terlibat jaringan terorisme karena orangnya baik, juga pandai bergaul. Kemungkinan dia berbeda keyakinan dengan saudara-saudara lainnya, setelah sering melakukan pengajian di luar daerah.
"Kami dan keluarga merasa ikhlas dan tabah menerima kematian Saptono itu karena semua orang pasti meninggal dunia juga," katanya.
Menurut dia, kematian satu-satunya jalan terbaik bagi Saptono untuk memperjuangkan keyakinan itu sehingga keluarga hanya pasrah dan berdoa.
Saptono yang dikarunia enam anak itu, kata dia, jika dia berada di kampung halaman selalu menyempatkan diri menanam pohon pisang, kelapa, dan singkong di kebun. Karena itu, kata dia, hingga kini peninggalan tanaman Saptono yang ada di kebun milik keluarga kini sudah banyak berbuah, seperti pohon pisang dan kelapa. "Keluarga sering juga memakan pisang hasil tanaman Saptono," katanya.
Sementara itu, Uki (45), sepupu Saptono, mengaku bahwa dia sangat hobi menanam aneka jenis pohon di kebun, di antaranya pisang, kelapa, karet, singkong, dan jenis kayu keras. Bahkan, tanaman hasil dia menanam kini dinikmati oleh keluarganya. "Kami sebagai keluarga hanya mendoakan kepergian Saptono karena dia sejak kecil orangnya sangat baik," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang