PKS Yakin Anggotanya Tak Di-Reshuffle

Kompas.com - 19/05/2010, 00:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq optimistis kader partai itu di kabinet tidak terkena perombakan.

"Komunikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pimpinan PKS berjalan baik dan sejauh ini Presiden tidak pernah membicarakan kemungkinan reshuffle," kata Mahfudz Sidiq, di Jakarta, Selasa (18/5).

Ia mengatakan, indikator kinerja menteri di kabinet ditentukan oleh pencapaian target setelah enam bulan bekerja. Sejauh ini, katanya, evaluasi yang dilakukan internal PKS terhadap empat menteri dari partai tersebut di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II cukup baik. Dengan kinerja yang cukup baik tersebut, Mahfudz optimistis tidak akan ada penggantian terhadap keempat menteri itu. Empat menteri dari PKS dalam KIB II yakni Menteri Sosial Segaf Al Jufri, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Suryaparnta, dan Menkominfo Tifatul Sembiring.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Achsanul Kosasih mengatakan, ada kemungkinan Presiden melakukan reshuffle atau perombakan kabinet terhadap menteri di KIB II yang dinilai prestasinya kurang memuaskan. "Ada menteri kerjanya hanya seremonial tanpa ada implementasi," kata Achsanul.

Wacana pergantian menteri kabinet muncul lagi bersamaan dengan rencana Presiden Yudhoyono melakukan penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau