Susno diserang balik

Sjahril Ejek Susno Berperut Buncit

Kompas.com - 20/05/2010, 20:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sjahril Djohan menyimpan dendam kesumat terhadap mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.

Bekas agen Badan Intelijen Negara atau BIN itu menumpahkannya melalui buku SUSNO, Jangan Ada DUSTA di Antara Kita dengan sinisme yang luar biasa.

Sjahril dalam buku itu menyebut Susno dengan inisial S2G. "Aku paling membenci DUSTA! Tapi di lingkungan Mabes Polri aku adalah manusia yang paling akrab dengan S2G. Maka aku melalui buku ini sengaja mengajak S2G agar berhenti berdusta kepada masyarakat," tulis Sjahril pada pembukaan bukunya.

Lelaki tua ini juga menyebut manuver dan pernyataan S2G belakangan ini telah menyeret masyarakat ke arah yang sesat hingga tak mampu lagi membedakan antara "Pahlawan yang berani karena benar" dan "Orang yang nekat karena kecewa, marah, atau terganggu jiwanya".

Sjahril bahkan mengungkapkan kekhawatirannya jika Susno menjadi Ketua KPK. Ia menulis:

Masyarakat tentu akan berpikir apakah tidak akan muak bila disuruh membayangkan S2G yang berperut buncit dan ikat pinggangnya selalu melorot menjadi kapolri. Apakah masyarakat tidak mual ketika pendusta itu diangkat menjadi ketua KPK?

Puncaknya, Sjahril pun mempertanyakan dalam kalimat pembukaannya, apakah Susno benar-benar lulusan Akademi Kepolisian. Begini cara Sjahril meledek Susno:

Akhirnya izinkan saya untuk bertanya kepada Almarhum Jenderal Hugeng yang memang saya kenal, "Oom apakah S2G ini benar-benar lulusan Akademi Kepolisian karena ia tidak sejujur polisi tidur?"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau