Kasus susno duadji

Panja Diminta Panggil Kapolri

Kompas.com - 21/05/2010, 12:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia Kerja Penegakan Hukum DPR diminta agar memanggil Kepala Polri (Pol) Jenderal Bambang Hendarso Danuri atau Kepala Bareskrim Komjen Ito Sumardi terkait penanganan perkara Komjen Susno Duadji. Pemanggilan terhadap para penyidik tim independen dinilai mengintervensi.

"Kalau kami menanyakan ke Kapolri atau Kabareskrim, kami menanyakan bagaimana kebijakannya. Jadi, kami tidak face to face dengan penyidik. Kalau langsung face to face, itu namanya mengintervensi," ucap anggota Komisi III, Ahmad Yani, di Mabes Polri, Jumat (21/5/2010).

Ahmad mengatakan, jika ada penyimpangan penyidikan dalam kasus Susno, DPR seharusnya mempertanyakan langsung kepada pimpinan, Kapolri atau Kabareskrim. Menurut dia, hal itu sudah disampaikan kepada Panja, tetapi tidak ditanggapi. "Tetapi saya tetap saja kalau nanti ada rapat internal akan usulkan minimal yang dipanggil Kabareskrim," jelasnya.

Namun, tambah Ahmad, jika Panja setelah meminta keterangan kepada pimpinan dan membutuhkan penjelasan mengenai hal-hal teknis, Panja dapat kembali meminta keterangan dari penyidik. Polri meminta penundaan jadwal pertemuan dengan Panja? "Nah, makanya kalau kami minta penyidik itu jawabannya. Kalau (panggil) Kapolri atau Kabareskrim tidak seperti itu jawabannya," ujar Ahmad.

Seperti diberitakan, Polri akan mempertanyakan penangkapan dan penahanan Susno oleh tim independen terkait dugaan korupsi senilai Rp 500 juta dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari. Polri meminta penundaan hingga sidang praperadilan yang diajukan Susno selesai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau