Inter Milan Memang Hebat

Kompas.com - 24/05/2010, 03:30 WIB

Madrid, Minggu - Inter Milan memang hebat. Setelah Chelsea dan Barcelona, menyusul kemudian Bayern Muenchen yang mereka sikat di final dengan skor meyakinkan, 2-0 (1-0), untuk menyabet gelar Liga Champions yang ketiga dalam sejarah perjalanan klub yang bermarkas di Milan, Italia, itu.

Di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pemain asal Argentina yang pernah bermain di Liga Spanyol bersama Real Zaragoza, Diego Milito, memborong dua gol Inter di kedua babak, untuk menghancurkan keunggulan penguasaan bola Bayern Muenchen. Inter pun menjadi klub Italia pertama yang merebut tiga gelar di satu musim. Sebelumnya tim yang ditangani Pelatih Jose Mourinho ini sudah mengoleksi gelar Piala Italia dan Serie A.

Ide Presiden UEFA Michel Platini untuk mengubah jadwal final, dari biasanya Rabu menjadi Sabtu malam, membuat suasana lebih hidup. Gemuruh sorakan dari kedua kubu suporter menciptakan atmosfer dramatis.

Laga final Liga Champions kali ini lebih terlihat ”bersahabat” dibandingkan musim sebelumnya. Hampir tidak ada tekel-tekel berbahaya atau perang kata-kata. Jose Mourinho memeluk pemain Bayern, Arjen Robben—keduanya bersama selama tiga tahun di Chelsea—saat pertandingan masih berlangsung di babak pertama, saat kebetulan bola keluar.

Momen persahabatan juga terjadi saat Milito melambaikan tangan ke penonton untuk merayakan kemenangan sebelum menyadari bahwa ia melambai ke arah suporter Bayern. Bukannya mengejek, suporter dari Jerman justru menyambutnya hangat. Bek Inter, Lucio, menghabiskan sebagian besar wawancara untuk membicarakan mantan rekan-rekannya di Bayern. Mourinho dan Pelatih Bayern Louis Van Gaal, yang pernah bersama di Barcelona, bahkan berpelukan.

Mourinho mengatakan, para pemainnya ”mengikuti instruksi saya secara sempurna” dan pantas memenangi laga meski lebih jarang menguasai bola.

Gelar ketiga

Inter Milan kini memenangi gelar Eropa ketiganya setelah menunggu 45 tahun sejak terakhir kali memenanginya pada 1965. Mourinho menjadi pelatih ketiga yang menjadi juara Eropa dengan dua klub berbeda. Ia sebelumnya sukses bersama Porto pada tahun 2004.

Gol menit ke-35 dan ke-70 memuncaki pencapaian luar biasa Milito. Milito juga mencetak gol ke gawang Siena untuk memastikan gelar Serie A dan gol ke gawang AS Roma untuk merebut Coppa.

Sambutan perpisahan

Puluhan ribu pendukung Inter menyambut para pahlawan mereka yang baru pulang dari Madrid, kemarin. Meski demikian, mereka harus bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Mourinho yang sepertinya bakal ke Bernabeu untuk melatih Real Madrid.

Lebih dari 100.000 suporter berpesta di lapangan Katedral, Milan. Saat pesawat yang membawa pemain Inter tiba di bandara Milan, 40.000 suporter menyambut dan bersorak ketika kapten Inter, Javier Zanetti, mengangkat trofi di pintu pesawat. Hampir semua koran Italia memuji keberhasilan Inter.

Ketua Bayern Karl-Heinz Rummenigge sangat kecewa dengan kekalahan itu. Namun, ia menyatakan, Bayern mengincar gelar saat mereka menjadi tuan rumah final Liga Champions 2012. (reuters/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau