Rekayasa kasus

Besok, Polisi Tinjau Lokasi Penangkapan

Kompas.com - 25/05/2010, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya berencana mendatangi tempat kejadian perkara korban rekayasa kasus, Usep Cahyono (20) -pedangang asongan- yang terkait kasus pemilikkan ganja seberat 2,6 gram Rabu (26/5/2010).

Tim penyidik dari Unit IV Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya akan mempelajari lokasi di stasiun Kampung Bandan Pademangan Jakarta Utara, tempat lokasi penangkapan pada 20 Januari sialam. "Besok penyidik ke TKP melihat lokasi kejadian untuk mempelajari kronologis penemuan ganja," kata pengacara Usep Cahyono, Friska Gultom, Selasa (25/5/2010).

Friska juga menjelaskan, tim penyidik akan meminta keterangan saksi-saksi yang melihat peristiwa penangkapan. Ia mengatakan, penangkapan dilakukan oleh orang kepercayaan polisi berinisial A.

Seperti diberitakan, Usep menjadi korban rekayasa kasus. Ia ditangkap karena dituduh memiliki ganja seberat 2,6 gram. Saat proses penangkapan, pemuda asal Tasikmalaya dihampiri pria berpakaian preman yang berniaat meminjam korek.

Tiba-tiba, pria itu menjatuhkan uang Rp 50 ribu serta sebuah bungkusan koran yang dilipat kecil dari sakunya. Si Pria tersebut menyuruh Usep mengambil barang itu. Sekelebat, pria itu membekap dan menarik tangan Usep. Selanjutnya, Usep ditangkap karena tuduhan kepemilikkan ganja. Namun, ia divonis bebas oleh majelis hakim Jakarta Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau