Konsolidasi PD Diharapkan Selesai 2011

Kompas.com - 25/05/2010, 22:01 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com  - Pasca terpilihnya Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, konsolidasi internal partai, khususnya penataan struktur Partai Demokrat diharapkan selesai akhir tahun 2011 mendatang. Dengan demikian, tersedia waktu yang cukup untuk menghadapi pemilihan umum tahun 2014.

Demikian dikatakan Koodinator Pemenangan Anas Urbaningrum wilayah Jatim, Nur Muhyidin yang juga Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim, Selasa (25/5/2010) di Surabaya.

"Agar lebih siap pada pemilu tahun 2014, penataan struktur partai mulai dari DPD, Dewan Pengurus Cabang (DPC), Dewan Pengurus Anak Cabang, hingga Dewan Pengurus Ranting sebaiknya dipercepat minimal akhir 2011. Sehingga masih tersisa waktu sekitar 2,5 tahun untuk fokus pada konsolidasi ke luar," ujarnya.

Sebagai Ketua Umum terpilih Partai Demokrat, salah satu program Anas Urbaningrum adalah melakukan konsolidasi partai dalam rangka menyiapkan pemilu 2014. Menurut Nur Muhyidin, selama ini setelah pemilihan ketua umum, pelaksanaan musyawarah daerah (musda) sebagai bentuk konsolidasi internal mulai dari tingkat DPD hingga Dewan Pengurus Ranting selalu molor hingga tiga tahun sehingga persiapan konsolidasi internal menjadi terbatas.

Tak berpengaruh

Menanggapi masih kuatnya peran Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat di tubuh partai ini, Nur Muhyidin menyatakan, tak ada dominasi apa pun dalam penyusunan kepengurusan partai karena segalanya akan dimusyawarahkan bersama. "Sumber daya calon pengurus yang direkomendasikan pasti disesuaikan dengan kualitas serta kebutuhan partai," ucapnya.

Sementara itu, Pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Haryadi mengatakan, program konsolidasi yang akan dilakukan Anas Urbaningrum diperkirakan akan sulit terlaksana. Menurutnya, dalam waktu dekat seharusnya Anas Urbaningrum membenahi terlebih dulu perpecahan di tubuh Partai Demokrat.

"Di tubuh Partai Demokrat terdapat persoalan disiplin partai. Sebagai contoh, pengusungan calon walikota Surabaya dari Partai Demokrat sempat bermasalah karena muncul dua calon. Permasalahan-permasalahan internal semacam ini harus diselesaikan dulu. Sebagai sosok pemimpin yang bergaya diplomatis, saya sendiri khawatir tak akan ada hal yang baru dari kepemimpinan Anas," kata Haryadi.

Menurut Haryadi, untuk melakukan konsolidasi, Partai Demokrat memerlukan sosok pimpinan yang kuat dan mampu menegakkan disiplin partai. Di situlah tugas terberat dari Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau