Pencurian

ATM BCA Dibobol, Rp 360 Juta Amblas

Kompas.com - 27/05/2010, 08:36 WIB

BOGOR, KOMPAS.com Mesin ATM milik BCA di Jalan Raya Bogor digondol kawanan pencuri pada Rabu (26/5/2010) dini hari.

Kawanan penjahat yang diperkirakan lebih dari dua orang itu beraksi saat situasi di lokasi kejadian sepi. Akibat kejadian itu, BCA mengalami kerugian sedikitnya Rp 400 juta.

Aksi penjahat di tempat tersebut terjadi untuk kedua kalinya. Pada Maret 2009, boks mesin ATM di sana dibongkar. Namun, si penjahat kabur tanpa membawa hasil. Rupanya situsi saat itu kurang menguntungkan bagi mereka.

Kasus pencurian mesin ATM yang terjadi kemarin masih diselidiki petugas Polresta Bogor. "ATM itu memang tidak ada penjaganya. Sejauh ini, jumlah kerugian belum diketahui. Tapi, menurut informasi dari petugas BCA, mesin ATM itu berisi Rp 360 juta," kata Kapolresta Bogor AKBP Nugroho Slamet Wibowo saat ditemui di lokasi kejadian.

Situasi sepi

Seorang saksi, Deden, mengatakan bahwa aksi kejahatan itu diperkirakan berlangsung dini hari. "Soalnya pada pukul 12 malam saya masih melihat ada sepeda motor yang parkir dan orangnya mengambil uang di ATM," ujar pria yang rumahnya berhadapan dengan lokasi ATM itu.

Setelah itu, kata Deden, dia tidak mengetahui apakah ada pengunjung lain yang datang ke ATM atau tidak. "Memang saat itu situasinya sepi karena baru selesai turun hujan. Saya sendiri biasanya nongkrong di situ sampai pukul 02.00," katanya.

ATM BCA itu bersebelahan dengan sebuah agen gas dan air minum kemasan, Rumah Makan Sederhana, dan Salon Yayat. Selama ini, di ATM itu memang tidak ada penjaganya.

"Enggak ada yang jaga di ATM. Kalau rumah makan padang dan salon tutup, ya situasinya sepi," kata Deden.

Nugroho mengatakan, pada malam sebelum kejadian, anggotanya sempat berpatroli di kawasan tersebut. "Sepertinya para pencuri itu beraksi setelah situasi sepi," ujarnya.

Komplotan pencuri itu diperkirakan sudah profesional. Pasalnya, mereka bisa dengan cepat membongkar mesin ATM dan mengangkutnya. Tak hanya itu, guna menghilangkan jejak, mereka menutup lensa kamera closed circuit television (CCTV) menggunakan plakban hitam.

"Setelah menggasak mesin ATM dan menguras isinya, para pelaku membuang kotak penyimpanan uang di kawasan Semplak, Kemang. Kotaknya ditemukan Rabu pagi sekitar pukul 06.00," kata Nugroho.

Penyidik Polresta Bogor sudah membuka rekaman CCTV. Namun, sejauh ini belum diperoleh keterangan tentang petunjuk yang didapat. Bambang Sudaryanto dari bagian administrasi Kantor Cabang Utama Bank BCA Bogor mengatakan, pihaknya masih menghitung jumlah kerugian akibat penggasakan mesin ATM tersebut.

"Dalam mesin ATM itu ada empat kotak atau trips, tapi yang diisi hanya tiga kotak. Setiap kotak isinya sekitar Rp 120 juta. Jadi kalau dalam keadaan utuh, jumlahnya Rp 360 juta," katanya.

Mengenai pengamanan di lokasi ATM, Bambang menjelaskan, pengamanan mesin ATM diserahkan kepada pemilik gedung. "Adanya mesin ATM di tempat itu karena permintaan dari pemilik gedung. Jadi, pengamanannya diserahkan kepada pemilik gedung. Kecuali untuk mesin ATM yang berada di kantor-kantor cabang Bank BCA," ujarnya. (wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau