Skandal century

Ketua F-PDIP: Pejabat Tersandera Century

Kompas.com - 28/05/2010, 19:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Tjahjo Kumolo mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak membuat banyak pejabat publik terlalu lama "tersandera" secara politik terkait kasus Bank Century.

"Makanya, yang penting sekarang proses hukum harus cepat," kata Tjahjo, Jumat (28/5/2010), terkait penolakan Panitia Pengawas Kasus Century DPR RI atas keterangan Kapolri beberapa waktu lalu.

Menurut dia, fraksinya juga tidak mempermasalahkan bila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak merujuk keputusan atau rekomendasi hasil Paripurna DPR RI. Begitu pula yang dilakukan pihak Mabes Polri.

"Keputusan DPR RI itu kan keputusan politik. Dan, DPR RI tidak (mau) mengintervensi terhadap proses hukum yang dilakukan, baik oleh KPK, Polri, maupun KPK dan Kepolisian, tidak harus merujuk data Panitia Hak Angket DPR RI," katanya.

Politisi yang pernah disebut-sebut bekas anak buahnya, Agus Condro, terlibat skandal suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom, ini menekankan, hal terpenting sekarang ialah proses hukum skandal Century harus semakin cepat.

Dengan begitu, menurut dia, semuanya bisa terang benderang kepada publik, siapa yang salah dan harus mendapat hukuman atau sanksi.

"Jangan sampai beberapa nama pejabat yang masuk daftar rekomendasi DPR RI tersandera terlalu lama secara politik. Dengan keputusan hukum kan akan cepat clear," ujar Tjahjo Kumolo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau