Seleksi pimpinan kpk

Orang Biasa Juga Bisa Jadi Pimpinan KPK

Kompas.com - 29/05/2010, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Masyarakat awam diminta tidak takut mendaftar jadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama memiliki cita-cita besar melayani masyarakat melalui pemberantasan korupsi dan memenuhi persyaratan administratif yang diamanatkan UU, daftarkanlah diri Anda.

Demikian pesan Panitia Seleksi Pimpinan KPK Rhenald Kasali dalam diskusi mingguan radio Trijaya di Warung Daun Cikini, Sabtu (29/5/2010).

Menurut Rhenald, panitia bukan mencari seorang tokoh yang sudah bersinar dalam bidangnya masing-masing. Namun seorang pemimpin yang bercita-cita melayani masyarakat. "Yang dicari bukan orang teknis, tapi pimpinan. Yang diikuti karena punya kekuatan, yang tidak memikirkan ekonomi keluarganya. Orang yang tidak mau diseret-seret kepentingan. Bukan tipe orang berwacana, tapi yang memiliki karakter. Yang kita cari adalah pemimpin," katanya.

Rhenald menyadari bahwa selama ini muncul opini di tengah masyarakat bahwa yang dicari panitia berkriteria seperti malaikat, padahal orang seperti itu tak akan ada. Masyarakat juga berpikir bahwa calon harus memiliki kemampuan menyidik dan menindak, padahal nanti di KPK, pimpinan akan memiliki para direktur yang mengatur soal teknis.

Belum lagi opini bahwa mereka yang berkans kuat adalah para tokoh di bidang hukum yang sudah terkenal di tengah masyarakat. Padahal, jika merujuk pada pimpinan KPK sekarang, M Jasin dan Haryono datang dari kalangan awam.

"Jangan lihat hanya tokoh-tokoh saja. Tapi juga orang-orang biasa yang mungkin ada di sebelah Anda. Jasin kita enggak kenal siapa dia sebelumnya. Kita lihat awalnya dia lemas, tapi setelah bekerja, enggak ada matinya. Haryono juga begitu. Jadi jangan remehkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan lihat orang dari casing-nya," tandas akademisi Universitas Indonesia ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau