JAKARTA, KOMPAS.com- Masyarakat awam diminta tidak takut mendaftar jadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama memiliki cita-cita besar melayani masyarakat melalui pemberantasan korupsi dan memenuhi persyaratan administratif yang diamanatkan UU, daftarkanlah diri Anda.
Demikian pesan Panitia Seleksi Pimpinan KPK Rhenald Kasali dalam diskusi mingguan radio Trijaya di Warung Daun Cikini, Sabtu (29/5/2010).
Menurut Rhenald, panitia bukan mencari seorang tokoh yang sudah bersinar dalam bidangnya masing-masing. Namun seorang pemimpin yang bercita-cita melayani masyarakat. "Yang dicari bukan orang teknis, tapi pimpinan. Yang diikuti karena punya kekuatan, yang tidak memikirkan ekonomi keluarganya. Orang yang tidak mau diseret-seret kepentingan. Bukan tipe orang berwacana, tapi yang memiliki karakter. Yang kita cari adalah pemimpin," katanya.
Rhenald menyadari bahwa selama ini muncul opini di tengah masyarakat bahwa yang dicari panitia berkriteria seperti malaikat, padahal orang seperti itu tak akan ada. Masyarakat juga berpikir bahwa calon harus memiliki kemampuan menyidik dan menindak, padahal nanti di KPK, pimpinan akan memiliki para direktur yang mengatur soal teknis.
Belum lagi opini bahwa mereka yang berkans kuat adalah para tokoh di bidang hukum yang sudah terkenal di tengah masyarakat. Padahal, jika merujuk pada pimpinan KPK sekarang, M Jasin dan Haryono datang dari kalangan awam.
"Jangan lihat hanya tokoh-tokoh saja. Tapi juga orang-orang biasa yang mungkin ada di sebelah Anda. Jasin kita enggak kenal siapa dia sebelumnya. Kita lihat awalnya dia lemas, tapi setelah bekerja, enggak ada matinya. Haryono juga begitu. Jadi jangan remehkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan lihat orang dari casing-nya," tandas akademisi Universitas Indonesia ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang