PAMEKASAN, KOMPAS.com - Komandan Kodim Pamekasan, Madura, Letkol Kav Purwadi, Sabtu (29/5/2010), menyatakan, tujuh orang berambut cepak yang memukul sopir mobil pick up pada Kamis (27/5) lalu bukan anggota TNI.
"Kami sudah memeriksa semua anggota, baik yang tinggal di asrama ataupun di masing-masing Koramil di Pamekasan ini, bahwa tidak ada yang keluar malam ketika itu," kata Purwadi, dalam keterangan persnya di markas Kodim Pamekasan, Sabtu.
Sebelumnya, muncul dugaan bahwa mereka anggota TNI/. Purwadi mengatakan, petugas yang berambut cepak bukan hanya TNI, namun juga ada abdi negara lain.
Selain itu, sambung dia, tidak ada anggota TNI di Pamekasan yang memiliki sepeda bernomor polisi M 5661 A dan M 6367 X sebagaimana disebutkan oleh korban. "Semua personel sudah saya cek dan tidak ada yang memiliki kendaraan bernomor seperti yang disebutkan," katanya.
Pernyataan senada disampaikan Komandan Kompi Senapan A 516, Kapten Inf Sugiharto. Ia menjelaskan, sejak Selasa (25/5) personelnya telah disiagakan untuk pengamanan Pilkada di Kabupaten Sumenep. "Jadi tidak mungkin ada personel TNI yang keluar," katanya.
Pemukulan oleh tujuh orang berambut cepak terhadap sopir bernama Sahid Riyadi (37) asal Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, itu terjadi di Jalan Jokotole Pamekasan.
Mereka tersinggung karena menganggap sopir itu tidak memberi kesempatan untuk mendahului. Selain menganiaya sopir, ketujuh orang itu juga memukuli kernetnya yang bernama Abdus Somad.
Keduanya menderita luka memar di bagian wajah, kepala dan jari tangannya robek. Kasus ini telah dilaporkan ke Mapolres Pamekasan dan polisi masih mencari ketujuh orang pelaku pemukulan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang