Kekerasan

7 Pria Berambut Cepak Hajar Sopir

Kompas.com - 29/05/2010, 22:44 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Komandan Kodim Pamekasan, Madura, Letkol Kav Purwadi, Sabtu (29/5/2010), menyatakan, tujuh orang berambut cepak yang memukul sopir mobil pick up pada Kamis (27/5) lalu bukan anggota TNI.

"Kami sudah memeriksa semua anggota, baik yang tinggal di asrama ataupun di masing-masing Koramil di Pamekasan ini, bahwa tidak ada yang keluar malam ketika itu," kata Purwadi, dalam keterangan persnya di markas Kodim Pamekasan, Sabtu.

Sebelumnya, muncul dugaan bahwa mereka anggota TNI/. Purwadi mengatakan, petugas yang berambut cepak bukan hanya TNI, namun juga ada abdi negara lain.

Selain itu, sambung dia, tidak ada anggota TNI di Pamekasan yang memiliki sepeda bernomor polisi M 5661 A dan M 6367 X sebagaimana disebutkan oleh korban. "Semua personel sudah saya cek dan tidak ada yang memiliki kendaraan bernomor seperti yang disebutkan," katanya.

Pernyataan senada disampaikan Komandan Kompi Senapan A 516, Kapten Inf Sugiharto. Ia menjelaskan, sejak Selasa (25/5) personelnya telah disiagakan untuk pengamanan Pilkada di Kabupaten Sumenep. "Jadi tidak mungkin ada personel TNI yang keluar," katanya.

Pemukulan oleh tujuh orang berambut cepak terhadap sopir bernama Sahid Riyadi (37) asal Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, itu terjadi di Jalan Jokotole Pamekasan.

Mereka tersinggung karena menganggap sopir itu tidak memberi kesempatan untuk mendahului. Selain menganiaya sopir, ketujuh orang itu juga memukuli kernetnya yang bernama Abdus Somad.

Keduanya menderita luka memar di bagian wajah, kepala dan jari tangannya robek. Kasus ini telah dilaporkan ke Mapolres Pamekasan dan polisi masih mencari ketujuh orang pelaku pemukulan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau