Normalkah Payudaraku?

Kompas.com - 30/05/2010, 11:52 WIB

KOMPAS.com — Beberapa hal dapat terjadi di payudara. Apakah normal atau tidak, hal itu perlu kajian lebih dalam. Berikut penjelasannya.

* Rambut di sekitar areola
Beberapa perempuan, ada yang memiliki rambut di sekitar area puting dan aerola payudara.

Ini bukanlah keadaan berbahay. Namun, jika sangat mengganggu, maka atasi dengan bantuan seorang ahli kulit. Mencukur atau mencabut rambut tadi dapat menyebabkan infeksi pada area tersebut.

* Warna puting susu dan areola yang menjadi lebih gelap
Perubahan warna puting susu dan areola yang menjadi lebih gelap dapat mengindikasikan beberapa hal seperti kehamilan, efek pengunaan pil kontrasepsi, ataupun tanda kematangan fungsi seksual seorang perempuan.

* Puting susu yang menjorok ke dalam
Kondisi puting susu yang menjorok ke dalam dapat ditemukan 10-20 persen perempuan. Ini normal jika telah terjadi dalam kurun waktu yang lama. Akan tetapi, bila sebelumnya normal-normal saja, maka hal itu bisa jadi merupakan pertanda adanya pertumbuhan tidak normal di bawah puting susu.

* "Stretch marks" pada payudara
Stretch marks payudara dapat timbul akibat pertumbuhan fisik yang pesat, seperti pada masa pubertas atau kehamilan. Ini adalah hal yang normal, seperti halnya terjadi pada panggul dan betis.

* Ukuran payudara tak sama
Sampai saat ini belum terdapat penelitian atau data ukuran normal payudara. Yang jelas, ukuran payudara dipengaruhi oleh faktor seperti genetik, ras, aktivitas, atau lingkungan.

Sebagai catatan, sepasang payudara yang dimiliki bukanlah sesuatu yang 100 persen identik.

Ukuran payudara yang tidak sama besar dapat terjadi saat proses pertumbuhan dan perkembangan payudara. Umumnya, payudara akan tampak cukup sama atau simetris saat masa tersebut selesai.

Akan tetapi, pada beberapa kondisi, payudara dapat tampak berbeda dan hal ini adalah sesuatu yang lumrah. Apabila mengganggu, maka keadaan ini dapat diatasi melalui beberapa teknik bedah plastik.

* Ukuran payudara berubah
Perubahan ini dipengaruhi oleh hormonal, seperti menegang dan terasa nyeri beberapa hari menjelang haid.

Selain itu perubahan terjadi ketika terdapat kehamilan. Hal itu antara lain payudara membesar, lebih padat, ukuran puting susu bertambah dan berwarna lebih gelap, diikuti dengan produksi ASI setelah proses kelahiran.

Keadaan ini bertahan selama masa menyusui. Selain hormon, perubahan payudara juga dipengaruhi oleh berat badan seseorang karena salah satu penyusun payudara adalah jaringan lemak.

(Laili Damayanti/Tabloid Nova)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau