JAKARTA, KOMPAS.com — Wajah Ketua MPR Taufiq Kiemas tampak semringah seusai peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang dihelat MPR, Selasa (1/6/2010). Entah itu karena acara yang digelar berjalan sukses atau karena berhasil menghadirkan sang istri, yang juga mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, dalam acara yang turut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selama ini, seperti diketahui, komunikasi politik antara Megawati dan SBY berlangsung "dingin". Bahkan, Megawati terbilang tak pernah hadir di Gedung Dewan untuk memenuhi undangan acara kenegaraan sejak SBY menjabat presiden tahun 2004.
Apakah kehadiran Megawati pertanda rekonsiliasi keduanya? "Ha-ha-ha.... Masak tak boleh berdamai?" kata Taufiq singkat, sambil tertawa.
Membuka pidatonya, SBY pertama kali juga menyampaikan penghormatan kepada Megawati dan para mantan wakil presiden, Try Sutrisno, Hamzah Haz, dan Jusuf Kalla, yang juga hadir dalam acara tersebut. Di akhir acara, sebelum meninggalkan ruang Gedung Nusantara IV, SBY juga menyalami Megawati dan para pejabat negara yang hadir di sana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang