BANDUNG, Kompas.com - Petenis putra Indonesia, Christoper Rungkat, maju ke babak kedua Okeshop Oneject International Tennis Tournament Men’s Futures seri pertama setelah lolos dari adangan petenis Jepang, Takero Akaba, 6-4, 7-5 di Lapangan Tenis Tertutup Siliwangi, Bandung, Rabu (2/6).
Pertandingan Christo melawan Akaba berlangsung sengit dan menegangkan. Akaba yang tidak memiliki peringkat dunia dan lolos ke babak utama melalui babak kualifikasi, bermain solid dan memberikan perlawanan sengit menghadapi Christo yang berperingkat 1.710 dunia.
Petenis Jepang ini memiliki servis keras ,baik servis pertama maupun kedua, sehingga tidak mudah bagi Christo untuk menekannya. Christo mengaku harus terus mencoba mengubah irama permainan dan berganti-ganti strategi untuk meraih poin demi poin sehingga akhirnya menang.
Pada set pertama kedua pemain tampil terkesan sangat berhati-hati hingga kedudukan 4-4. Christo baru dapat mematahkan servis Akaba pada game kesembilan ketika petenis Jepang ini melakukan double fault, sebelum kemudian menguncinya pada kedudukan 6-4.
Pada set kedua Akaba tampil luar biasa. Servisnya semakin bagus dan penempatan bolanya di tepi-tepi lapangan menyulitkan Christo mengembalikannya dengan baik. Petenis Jepang ini mematahkan servis Christo pada game kedua setelah Christo melakukan double fault.
Keberhasilan mematahkan servis Christo itu tampaknya memberi kepercayaan diri Akaba untuk tampil terus menekan Christo dengan penempatan bola di sudut-sudut lapangan. Petenis jepang ini sempat unggul hingga 4-1.
Sebaliknya Christo tetap tampil tenang meski telah tertinggal cukup jauh. Dia tampak mencoba tetap tampil dengan konsentrasi penuh dan mengumpulkan poin demi poin. Christo baru dapat membalas mematahkan servis Akaba pada game ketujuh. Hal ini terjadi setelah pukulan forehand kembalian Akaba nyangkut net, sehingga kedudukan 3-4.
Christo kemudian dapat meraih dua poin dari dua servisnya hingga kedudukan 5-5 dan kembali mematahkan servis Akaba pada game kesebelas. Poin ini direbut Christo pada break point keempatnya. Poin ini direbut juga karena double fault yang dilakukan Akaba.
Perlawanan Akaba berakhir pada game ke-12 ketika bola pukulan forehand pengembaliannya yang tanggung dipotong oleh Christo di depan net dengan backhand slice. Bola Christo sempat melenting membentur net sebelum kemudian jatuh perlahan di depan net Akaba tanpa dapat dikembalikan oleh pemain Jepang ini.
Sekitar seratus penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut dan sebagian besar pendukung Christo akhirnya dapat menarik napas lega. Christo menuntaskan pertandingan babak pertama dengan kemenangan dalam waktu 1 jam, 35 menit.
“Dia (Akaba) main sangat bagus. Bola-bolanya menekan dan tidak mudah dijinakkan. Saya masih harus beradaptasi dengan lapangan yang berkarakter cepat di sini. Saya mencoba terus mengubah irama permainan dan arah bola sehingga dapat mengalahkan dia. Kalau tidak dengan cara ini, hasilnya bisa lain,” tutur Christo sambil menyeka keringat di dahinya.
Tentang targetnya pada turnamen ini, Christo menegaskan bahwa dia tampil untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin. “Ini pertandingan internasional di kandang sendiri. “Karenanya saya manfaatkan semaksimal mungkin untuk meraih poin internasional sebanyak-banyaknya,” ujar Christo yang kali ini tampil mengenakan kacamata silindris.
Pada babak kedua berikutnya Christo menghadapi pemain unggulan keempat Kento Takeuchi (Jepang) yang di babak pertama menang atas Kang Byuk-Kook (Korsel) 3-6, 6-3, 6.
Menurut Christo, petenis kidal Jepang ini pernah dia taklukkan pada turnamen future di Makassar tahun 2007 dengan 6-4, 6-2. “Saya pikir peluang saya masih fifty-fifty untuk memenangkan pertandingan babak kedua. Yang pasti sukses merebut gelar juara pada turnamen Manggabarani Open di Jakarta minggu lalu membuat saya tampil lebih percaya diri pada turnamen ini,” Christo menegaskan. (*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang