Christo Lolos ke Babak Kedua

Kompas.com - 02/06/2010, 16:28 WIB

BANDUNG, Kompas.com - Petenis  putra Indonesia, Christoper Rungkat, maju ke babak kedua Okeshop Oneject International Tennis Tournament Men’s Futures seri pertama setelah lolos dari adangan petenis Jepang, Takero Akaba, 6-4, 7-5 di Lapangan Tenis Tertutup Siliwangi, Bandung, Rabu (2/6).

Pertandingan Christo melawan Akaba berlangsung sengit dan menegangkan. Akaba yang tidak memiliki peringkat dunia dan lolos ke babak utama melalui babak kualifikasi, bermain solid dan memberikan perlawanan sengit menghadapi Christo yang berperingkat 1.710 dunia.

Petenis Jepang ini memiliki servis keras ,baik servis pertama maupun kedua, sehingga tidak mudah bagi Christo untuk menekannya. Christo mengaku harus terus mencoba mengubah irama permainan dan berganti-ganti strategi  untuk meraih poin demi poin sehingga akhirnya menang.

Pada set pertama kedua pemain tampil terkesan sangat berhati-hati hingga kedudukan 4-4. Christo baru dapat mematahkan servis Akaba pada game kesembilan ketika petenis Jepang ini melakukan double fault, sebelum kemudian menguncinya pada kedudukan 6-4.

Pada set kedua Akaba tampil luar biasa. Servisnya semakin bagus dan penempatan bolanya di tepi-tepi lapangan menyulitkan Christo mengembalikannya dengan baik. Petenis Jepang ini mematahkan servis Christo pada game kedua setelah Christo melakukan double fault.

Keberhasilan mematahkan servis Christo itu tampaknya memberi kepercayaan diri Akaba untuk tampil terus menekan Christo dengan penempatan bola di sudut-sudut lapangan. Petenis jepang ini sempat unggul hingga 4-1.

Sebaliknya Christo tetap tampil tenang meski telah tertinggal cukup jauh. Dia tampak mencoba tetap tampil dengan konsentrasi penuh dan mengumpulkan poin demi poin. Christo baru dapat membalas mematahkan servis Akaba pada game ketujuh. Hal ini terjadi setelah pukulan forehand kembalian Akaba nyangkut net, sehingga kedudukan 3-4.

Christo kemudian dapat meraih dua poin dari dua servisnya hingga kedudukan 5-5 dan kembali mematahkan servis Akaba pada game kesebelas. Poin ini direbut Christo pada break point keempatnya. Poin ini direbut juga karena double fault yang dilakukan Akaba.

Perlawanan Akaba berakhir pada game ke-12 ketika bola pukulan forehand pengembaliannya yang tanggung dipotong oleh Christo di depan net dengan  backhand slice. Bola Christo sempat melenting membentur net sebelum kemudian jatuh perlahan di depan net Akaba tanpa dapat dikembalikan oleh pemain Jepang ini.

Sekitar seratus penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut dan sebagian besar pendukung Christo akhirnya dapat menarik napas lega. Christo menuntaskan pertandingan babak pertama dengan kemenangan dalam waktu 1 jam, 35 menit.

“Dia (Akaba) main sangat bagus. Bola-bolanya menekan dan tidak mudah dijinakkan. Saya masih harus beradaptasi dengan lapangan yang berkarakter cepat di sini. Saya mencoba terus mengubah irama permainan dan arah bola sehingga dapat mengalahkan dia. Kalau tidak dengan cara ini, hasilnya bisa lain,” tutur Christo sambil menyeka keringat di dahinya.

Tentang targetnya pada turnamen ini, Christo menegaskan bahwa dia tampil untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin. “Ini pertandingan internasional di kandang sendiri. “Karenanya saya manfaatkan semaksimal mungkin untuk meraih poin internasional sebanyak-banyaknya,” ujar Christo yang kali ini tampil mengenakan kacamata silindris.

Pada babak kedua berikutnya Christo menghadapi   pemain unggulan keempat Kento Takeuchi (Jepang) yang di babak pertama menang atas  Kang Byuk-Kook (Korsel) 3-6, 6-3, 6.

Menurut Christo, petenis kidal Jepang ini pernah dia taklukkan pada turnamen future di Makassar tahun 2007 dengan 6-4, 6-2. “Saya pikir peluang saya masih  fifty-fifty untuk memenangkan pertandingan babak kedua. Yang pasti sukses merebut gelar juara pada turnamen Manggabarani Open di Jakarta minggu lalu membuat saya tampil lebih percaya diri pada turnamen ini,” Christo menegaskan. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau