Kebakaran

Rumah Meledak, Keluarkan Aroma Wangi

Kompas.com - 02/06/2010, 19:57 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Rumah tempat penyulingan minyak wangi di Jalan Cemara No 42 RT 01/RW 01, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (2/6/2010), tiba-tiba meledak dan membuat panik warga sekitar.

Kapolresta Bandung Barat AKBP Imam Tri Baskoro di lokasi kejadian, Rabu malam, mengatakan, suara ledakan di rumah milik Marudut Feriansyah tersebut bukan karena oleh proses penyulingan minyak wangi.

"Ledakan ini tidak ada kaitannya dengan penyulingan minyak wangi yang dimiliki pemilik, namun karena sebuah panci yang dipakai memasak air. Uap air di dalam panci membuat tutup ketel terlempar, mungkin pemilik rumah lupa sedang memasak air," ujar Baskoro.

Ia menjelaskan, pemilik rumah tersebut telah dimintai keterangan oleh polisi. Sekitar pukul 15.00 WIB, warga dikejutkan dengan suara ledakan yang disusul rontoknya batang-batang daun dari rumah Marudut Feriansyah.

Menurut saksi mata, Agus (45), suara ledakan terdengar jelas saat dirinya di masjid sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

"Saya kira, ada tabung gas yang meledak, pas keluar, lihat banyak batang-batang daun yang berjatuhan dari atas. Batang-batang beterbangan, lalu tercium aroma minyak wangi," ujar Agus.

Menurut Agus, penutup tempat penyulingan minyak wangi yang bentuknya seperti tutup panci tersebut terlempar ke gang Cemara IV sekitar 30 meter dari rumah pemiliknya.

"Warga banyak yang keluar rumah setelah ada suara ledakan itu. Terus orang dari rumah itu ngambil penutup yang terlempar itu, tapi tidak bilang apa-apa," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau