Sikapi serangan israel

PBB Sahkan Resolusi Pencari Fakta

Kompas.com - 03/06/2010, 08:12 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Delegasi Indonesia bersama anggota Kelompok Organisasi Konferensi Islam dan Gerakan Non Blok berhasil mendorong pembentukan Misi Pencari Fakta Independen Internasional atas serangan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza, Senin (31/5/2010).

Anggota Independent International Fact Finding Mission (IIFFM) tersebut akan dipilih Presiden Dewan HAM untuk segera bekerja dan melaporkan hasil penyelidikannya dalam Sesi ke-15 Sidang Dewan HAM, September mendatang, demikian Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Kamapradipta Isnomo kepada koresponden Antara London, Kamis (3/6/2010).

Pembentukan IIFFM diputuskan dalam sesi "Urgent Debate" pada Sidang Dewan HAM PBB, Kamis, melalui suatu resolusi berjudul The Grave Attacks by Israeli Forces against the Humanitarian Boat Convoy.

"Disahkannya resolusi memberikan pesan kuat kepada masyarakat internasional bahwa apa yang dilakukan oleh Israel tergolong pelanggaran segala aspek dan norma kemanusiaan dan HAM," tegas Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Dian Triansyah Djani, seusai persidangan di Dewan HAM.

Dubes Djani menggarisbawahi bahwa sesi "Urgent Debate" dalam Sidang Dewan HAM kali ini melalui resolusi telah memberikan penekanan khusus terhadap aspek pelanggaran HAM dan kemanusiaan yang dilakukan Israel seraya mendesak negara tersebut untuk mencabut blokade Jalur Gaza guna memberikan askes bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan organisasi internasional.

Selain itu, Dubes menjelaskan resolusi juga mengutuk keras tindakan ilegal Israel di perairan internasional, menyayangkan jatuhnya korban, meminta Israel mencabut blokade dan memberikan akses bagi bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza dan meminta Israel bertanggung jawab atas tindakannya.

Resolusi yang disahkan Dewan HAM PBB Rabu, dilakukan melalui pemungutan suara dengan 32 negara mendukung termasuk Indonesia, sembilan negara abstain dan tiga negara menolak.

Delegasi Indonesia turut berperan dalam menghasilkan resolusi ini merupakan bukti konkrit konsistensi dan solidaritas Indonesia dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaan dan menjalani kehidupan yang layak, demikian Kamapradipta Isnomo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau